Iman dan Istiqamah

Review anda

Hari : Rabu, 02 Oktober 2019
Grup : Akhwat RDI
Muwajjih : Ustadzah Maryam
Tema : Iman dan Istiqamah
Admin : –
Moderator : Fildzah
Notulen : Mega

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
MUQADDIMAH
————————

بسم الله الر حمن الر حيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ
وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا و مِنْ َسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا
مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang masih memberikan kita nikmat iman, islam dan Al Qur’an semoga kita selalu istiqomah sebagai shohibul qur’an dan ahlul Qur’an dan dikumpulkan sebagai keluarga Al Qur’an di JannahNya..

Shalawat beriring salam selalu kita hadiahkan kepada uswah hasanah kita, pejuang peradaban Islam, Al Qur’an berjalan, kekasih Allah SWT yakninya nabi besar Muhammad SAW, pada keluarga dan para sahabat nya semoga kita mendapatkan syafaat beliau di hari akhir nanti. insyaaAllah..
Aamiin

========================
Materi :
————-

IMAN DAN ISTIQOMAH

“…katakanlah, aku beriman kepada Allah kemudian istiqomahlah,” ( HR. Muslim)

Iman dan istiqomah selalu bergandengan selayaknya pasangan sejati yang tidak bisa di pisahkan untuk saling menguatkan untuk melangkah di jalan takwa. Dengan iman yang bersemayam dan di jaga untuk isiqomah dalam ketaatan.

Wanita dan pria yang berlomba sibuk merawat diri agar tetap cantik, ganteng namun luput merawat iman pastinya akan menyesal. Waktu yang habis untuk urusan dunia sementara untuk urusan iman di kerjakan di waktu sisa , bahkan terbengkalai, nauzubillah….

Ibnu Mubarok menceritakan dari Wahb bin Munabbih, ada seseorang yang memperha tikan orang lain ” Aku begitu kagum pada si fulan, ia sungguh rajin beribadah sampai ia meninggalkan kenikmatan dunia”. Jawab Ibnu Mubarok ” tidak perlu kagum terhadap orang itu, sungguh aku kagum kepada orang yang bisa istiqomah. ”

Sungguh kita tidak pernah tahu, bagaimana akhir kehidupan seseorang juga akhir diri kita. Siapa yang dapat menjamin iman akan tergenggam sampai akhir hayat. Siapa yang mampu memastikan iman di dada tidak akan lepas karena tergoda.

Ingat cerita seorang muadzin yang tergoda wanita nasrani saat menaiki tangga menara. Singkat cerita dia menemui dan melamar gadis itu dengan rela meninggalkan agama islam dan akhirnya meninggal dunia dalam keadaan murtad. Naudzubillah tsumma naudzubillah….

Pernah melihat perlombaan anak-anak SD di suatu negara, yang terkenal dengan negeri matahari terbit. Setiap tahun ketika musim panas, pasti diadakan pesta olahraga dimana semua murid, dari kelas satu sampai kelas enam menunjukkan kebolehannya dengan acara tarian jepang dan perlombaan-perlombaan. Ada lomba lari estafet, lomba menggiring bola besar dan lomba berkelompok dengan menjatuhkan lawan dengan cara menggendong salah satu orang untuk saling merebut topi lawan yang di gendong . Masih banyak lomba lainnya yang sangat menyenang kan dan memotivasi mereka untuk sehat dengan cara berolahraga.

Yang sangat menarik dan unik adalah lomba mendorong bola besar dengan berkelompok. Satu kelompok 3 orang, yang satu orang di tengah bertugas mendorong bola dan yang di kiri dan kanan mengarahkan agar bola menggelinding sesuai jalur yang di tetapkan dan bisa mencapai target sampai garis finish.

Penonton semua terbawa emosinya karena berharap bola yang digiring anaknya bisa lancar perjalanannya tanpa keluar jalur dan menang. Subhanallah….ternyata perjalanan hidup kita ini seperti bola itu. Ketika kita lambat menggelinding atau lambat dalam kebaikan maka seperti bola itu, akan lambat sampai di garis finish dan kalah . Akan tetapi ketika kita segera atau cepat dalam melakukan kebaikan, dengan waktu yang Allah berikan sangat terbatas umur kita di dunia ini, maka seperti bola itu akan cepat menggelindingnya dan tercapai tujuannya dengan selamat sampai finish

Dan akhir dalam perjalanan hidup kita itulah yang sangat menentukan. Ketika akhirnya kita dalam keadaan baik atau husnul khotimah maka bergembira dengan janji Allah begitupun sebaliknya bila buruk di akhirnya, sesal di kemudian tidaklah berguna. Janji Allah bagi orang yang istiqomah ketika meninggalkan alam fana .

….Janganlah merasa sedih dan bergembiralah dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu (41:30 )

sebaliknya bagi orang yang tidak istiqomah ketika meninggal, akan mengalami ketakutan dan kesedihan yang mendalam.

Hasan Al Basri ketika membaca ayat ini, iapun berdoa
“Allahumma anta Robbuka, fardzuqnal istiqomah”
ya Allah Engkaulah Rabb kami, berikanlah keistiqomahan kepada kami .
Doa yang lain dalam surah (3 :8) dan yang diajarkan Rasulullah, ” Yaa Muqolliball quluub, tsabbit quluubuna alaa diinik”

Ada beberapa hal untuk merawat iman kita:
1. Taqorrub ilallah lewat ibadah wajib dan sunnah . Dengan itulah hati akan senantiasa terpaut dengan Allah.
2. Bersemangat ikut kajian dan belajar ilmu agama, terutama yang berhubungan tentang Alquran agar faham dan menghayati artinya.
3. Memaksakan diri untuk melakukan ketaatan agar iman tetap terjaga dan tidak ada celah setan untuk menjerumuskan dalam kemaksiatan.
4. Mengganti amalan sunnah di hari lain ketika ada udzur atau meng iqobnya dengan infaq. hal ini berguna untuk menjaga rutinitas amal itu dan tidak terputus.
5. Berkontribusi dalam dakwah atau kegiatan2 Islam, di mana bekerja untuk kebaikkan menjadi motivasi untuk terus berbuat baik dan istiqomah insyaAllah

Iman….
Terkadang kita semangat beramal , itu berarti iman sedang naik tetapi kadang lesu apalagi bagi akhwat, katanya kalau sesudah haid, bawaannya jadi males dan gak semangat lagi, misalnya untuk shaum sunnah males sahurnya kr ngantuk . Nah lho hati hati kena “virus”. Amalan yang kontiyu di cintai Allah dan dapat mencegah masuknya virus futur ( jenuh dalam beramal).

Dari Aisyah ra beliau mengatakan bahwa, Rasulullah SAW bersabda:
“Amalan yang lebih di cintai oleh Allah adalah amalan yang kontinyu walaupun sedikit ”
Belajar dari para guru guru kita dan orang orang di sekitar yang istiqomah dalam beramal, hendaknya ada perasaan rugi dan berusaha bangkit.
Semoga dengan kita belajar dan belajar terus dengan ikut kajian seperti ini atau baca buku buku tentang agama, menjadi motivasi kita untuk bisa istiqomah
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
REKAP TANYA JAWAB
————-

1. Poppy Farhana
– Sangat sulit untuk tetap Istiqomah, tapi kita harus berusaha keras untuk tidak kembali berbuat dosa yang sama terus menerus , menjauhkan diri dari hal-hal atau bahkan teman-teman yang bisa menjerumuskan kembali kita ke dosa-dosa yang dulu, walaupun harus kehilangan teman. SUNGGUH saya masih belajar untuk terus berbenah diri, in sha Allah.
Yang ingin saya tanyakan : jika kita sudah bertobat ..sesungguh-sungguhnya tobat , apakah Allah tetap akan mengazab kita kelak di hari kiamat atas dosa-dosa yang telah lalu? Saya sangat takut, amat sangat takut hukuman Allah akan datang tidak hanya di akhirat tapi dibalas di dunia juga..
– Bagaimana dengan hukuman dari Allah atas dosa yg lalu.

Jawab :
Bismillah…
– Saya akan coba jawab ya mba. Betul mba, istiqomah ini sangat berat tapi dengan kita berkumpul dengan orang-orang baik dan berusaha untuk menjaga kedekatan diri kepada Allah insyaAllah optimis, kita bisa. Optimis salah satu buah dari orang yang istiqomah.
Tentang orang yang bertaubat, di beberapa ayat Allah sangat sayang kepada hambaNya apalagi ketika di akhir hayatnya dia berusaha berbuat baik untuk meraih husnul khotimah. Semua ini butuh proses mba dan kuatkan doa.
Coba buka surah al Imran ayat 8, itu doa yang bagus. Kita mohon petunjuk Allah dan rahmatnya. Tidak semua orang bisa mendapatkan rahmatNya oleh karena itu kita harus berusaha dengan istiqomah dengan apa-apa yang Allah sukai dan ridhai.
Wallahu `alam…
-Itu hak preogatif Allah kitat sebagai hambanya, berusahalah berbuat banyak kebaikan agar rahmat Allah tercurah dan diampuni dosa-dosa kita insyaAllah.
Sertakan doa-doa yang memohon ampun dan rahmatNya

2. Yosi – RDI 12
Assalamualaikum
Ijin tanya yaa… Maaf kalau sedikit keluar dari materi tapi ini juga tentang keistiqomahan. Bisa saya tahu lebih detail tentang hukum bercadar?. Karena seseorang yang alhamdulilah sudah bercadar, lalu dengan berjalan nya waktu, situasi dan kondisi ingin melepas cadar nya, meski sampai saat ini alhamdulilah belum pernah lepas cadar meskipun keinginan itu sering muncul, ustadzah , mohon sedikit penjelasan nya yaa

Jawab :
Hukum bercadar bisa di browsing mba karena ada beberapa pendapat dari para ulama. Kembali keyakinan saja mba dalam memakai cadar untuk bisa istiqomah. Kalau merasa nyaman dan tidak masalah dalam bermuamalah terutama dalam bermasyarakat.

3. Hean – RDI 15 & 16
Ijin nanya
Gimana sikap dan tindakan kita menghadapi orang yang berbuat jahat kepda keluarga kita. Misalnyakan seseorang mendukuni keluarga kita supaya dapat penyakit segala macam penyakit. Dan pihak keluarga sudah melakukan berbagai cara. Sudah berserah diri pada Allah minta perlindungan sudah ini itu. Tetapi penyakit tersebut datang berganti-ganti. Di rukiyah juga sudah.
Apakah pihak keluarga harus mengunakan dukun juga sudah perbuatan jahat tersebut bisa hilang.
Mohon penjelasan nya apa yang harus kami lakukan ustadz.
Sudah kasihan kami lihat pihak keluarga menderita penyakit tersebut. Apa tindakan kami selanjut nya ustadzah.

Jawab :
Wa’alaikumussalam mba Hean.
Ke Dukun merupakan perbuatan syirik karena menduakan Allah jadi ikhtiar dan doa terus harus dilanjutkan mba. Jangan sampai putus asa sampai kita melenceng dari hal yang dilarang oleh agama dan malah membawa kerugian karena orang yang ke dukun, sesuai hadist “sholatnya tidak diterima selama 40 hari”.
Di bantu dengan amalan baik lainnya, seperti puasa sunnah, dzikir matsurot pagi dan petang agar setan tidak berdaya.
Tahajud dan doa di perbanyak dan yakin bahwa Allah lah sebaik-baik pelindung dan penolong.
Laa haula walaa quwwata illaa billah…aamiin ya Allah

———————-oOo———————-
PENUTUP

Marilah kita tutup majelis ilmu kita hari ini dgn membaca istighfar, hamdallah serta do’a kafaratul majelis
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين

dan istighfar

أَسْتَغفِرُ اَللّهَ الْعَظيِمْ

: Doa penutup majelis :

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ٭
Artinya:
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

~~~~~~
®Rumah Dakwah Indonesia

———————-oOo———————-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *