Cara Mendapatkan Kemuliaan Bagi Seorang Mukmin

Review anda

Hari : Senin, 02 Desember 2019
Grup : Kajian Akhwat RDI
Muwajjih : Ustadz Tri Satya
Tema : Cara Mendapatkan Kemuliaan Bagi Seorang Mukmin
Admin :
Moderator : Mewa
Notulen   : Mustika Tanila

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

MUQADIMAH
————————

بسم الله الر حمن الر حيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ
وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا و مِنْ َسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا
مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang masih memberikan kita nikmat iman, islam dan Al Qur’an semoga kita selalu istiqomah sebagai shohibul qur’an dan ahlul Qur’an dan dikumpulkan sebagai keluarga Al Qur’an di JannahNya..

Shalawat beriring salam selalu kita hadiahkan kepada uswah hasanah kita, pejuang peradaban Islam, Al Qur’an berjalan, kekasih Allah SWT yakninya nabi besar Muhammad SAW, pada keluarga dan para sahabat nya semoga kita mendapatkan syafaat beliau di hari akhir nanti. InsyaAllah..
Aamiin

========================

Materi :
————-
KEMULIAAN SEORANG MUSLIM(AH)
Dalam Habluminnallah,
Tentunya yang utama adalah ketakwaanlah yg membuat seorang muslim itu mulia dihadapan Allah.
Dalam Al quran  surat Al Hujurat ayat 13    :”Inna Akromakum ‘Indalloohi Atqookum.” Yang artinya sesungguhnya yang paling mulia disisi Allah ialah yang paling taqwa diantara kalian.

Sedangkan dalam habluminannas muncul tanda tanda yg membuat dia mulia dalam pandangan Allah.

Imam Syafi’i dalam kitabnya Manaqib Asy Syafi’i Lil Baihaqi menyebutkan tiga tanda seseorang memiliki kemuliaan dalam dirinya.

Tanda pertama, mampu menyembunyikan kemiskinannya. Meski miskin, orang yang bersangkutan berusaha menunjukkan diri sebagai pribadi mampu.
Hal ini agar orang lain mengira dia adalah sosok yang mampu. Tujuannya agar tidak merepotkan orang lain.

Tanda kedua yaitu mampu menyembunyikan kemarahannya. Sehingga orang lain mengira dia ridho atas segala yang terjadi.
Dia tidak marah sedikitpun saat menghadapi hal yang tidak disukai. Tujuannya untuk meminimalisir adanya prasangka buruk maupun konflik dengan orang lain.

Sedangkan tanda ketiga itu mampu menyembunyikan kesulitannya. Orang jadi mengira dia berkecukupan dan bahagia dalam menjalani hidup.
Tiga tanda ini setidaknya dapat dijadikan patokan untuk menentukan seseorang mulia atau tidak. Karena kemuliaan tidak terletak pada jabatan maupun banyaknya harta.

Wallahu a’lam.

•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
REKAP TANYA JAWAB
1⃣Poppy RDI 1
Ustadz..utk point menyembunyikan kesulitan , misal :.. baiklah saya akan menyembunyikan kesulitan saya dan mencari jalan keluar sendiri,tapi kita tetap membutuhkan orang lain kan?.. tidak bisa sendirian

Jawab :

Betul, ini lebih kearah tdk berharap total ke manusia, Krn hanya kpd Allah tempat bergabtung tapi bukan berarti kita tdk boleh meminta tolong kepada org lain namun itu hanya sebagai sarana tentunya bagi yg menolong dapat pahalanya sendiri. Bagi yg mendapat kesulitan ini bagian dari ujian dan juga ada balasannya manakala kita bersabar.

2⃣Yuli_10
Assalamualaikum ustadz. Afwan ijin bertanya ustadz, tentang tanda kemuliaan seorang muslimah yang kedua, mampu menyembunyikan amarahnya. Jujur ustadz itu sulit dilakukan jika dalam keadaan seseorang malah memfitnah kita ustadz. Misalnya kita punya tetangga yg iri sama kita, trus dia menyebarkan fitnah yg mmbuat org lain percaya, bahkan ikut menggunjing kita. Itu gmn cara mnghadapi atau mngendalikan diri ya ustadz. Krn pasti kita akan marah, kita manusia biasa ustadz, jg memiliki amarah yg tggi jika kejadian itu terjadi sm kita.

Jazakallahu khairan ustadz.

jawab:

Diam dan bersabar itu sangat mulia, namun marah atas ketidakadilan atau kedzoliman yg kita alami sbg bentuk pembelaan , merupakan izzah (harga diri) dibolehkan ukhty, spanjang tdk berlebihan yg membuat org sekitar bisa berprasangka buruk.

ttp fokus pada amal dan akhlakul karimah, Ini perlu dilatih. Selalu ingat akan pahala bersabar, ktk terjebak dlm suasana marah segera istighfar, taawudz, belajar memahamkan atas hak kita itu ternyata dibatasi hak org lain, sehingga kita mudah berlapang dada, perbyk doa, puasa,dan sholat mlm.

3⃣Wulan RDI 07
Assalamualaikum ustad, izin bertanya, tentang point yg pertama, sejauh mana kita boleh menyembunyikan kesulitan kita, semntara Allah sudah memberikan kita sahabat, bolehkah kita menceritakannya kepada sahabat atau orang yg dipercaya? Apakah itu menghilangkan kemuliaan seorang muslimah?

jawab:

Ini pointnya bahwa meminta bantuan kpd siapapun manusia manusiawi dan merupakan bentuk ikhtiar, namun tetap disandarkan bahwa ini merupakan ujian yg datangnya dari Allah serta jika ada yg menolong itu merupakan perantara pertolongan Allah melalui manusia .

4⃣Astri RDI 19
Assalamu’alaikum
Ijin bertanya ustadz,
Saat kita tidak pernah berbuat buruk kepada orang lain, lalu ada orang yg jahat ke kita namun jahatnya mereka menjahili kendaraan kita dan lainnya. Lalu kita smbil marah dan hanya bergumam sndiri dan berkata ya Allah balas orng yng jahat kepadaku, apakah hal ini masih dikatakan kita blm bisa mengendalikan amarah dan masih menyimpan dendam ustadz? Sedangkan kita berusaha bisa ikhlas, dan biar Allah yg membalas.

jawab:

Hebat, ini awal ukhty menuju ke kemuliaan in syaa Allah, tdk gampang loh menahan amarah tp ya klo mau lebih mulia doain yg baik ya, krn sabar dan menahan amarah itu balasannya surga.

5⃣Vinjun RDI 20
Adakah tips atau amalan yg bisa membuat kita bisa melaksanakan ketiga nya ustadz? Apalagi di zaman sekarang, semua ingin terlihat. Syukron ustadz

jawab :

Tawadhu’ adalah ridho jika dianggap mempunyai kedudukan lebih rendah dari yang sepantasnya. Tawadhu’ merupakan sikap pertengahan antara sombong dan melecehkan diri. Sombong berarti mengangkat diri terlalu tinggi hingga lebih dari yang semestinya. Sedangkan melecehkan yang dimaksud adalah menempatkan diri terlalu rendah sehingga sampai pada pelecehan hak (Lihat Adz Dzari’ah ila Makarim Asy Syari’ah, Ar Roghib Al Ash-fahani, 299). Ibnu Hajar berkata, “Tawadhu’ adalah menampakkan diri lebih rendah pada orang yang ingin mengagungkannya. Ada pula yang mengatakan bahwa tawadhu’ adalah memuliakan orang yang lebih mulia darinya.” (Fathul Bari, 11: 341)
Wallahu a’lam

Clossing Statement:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, seorang lelaki berkata kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Berilah aku wasiat.” Beliau menjawab, “Janganlah engkau marah.” Lelaki itu mengulang-ulang permintaannya, (namun) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (selalu) menjawab, “Janganlah engkau marah.” (HR. Bukhari) [HR. Bukhari, no. 6116]

Islam mengajarkan kepada umatnya agar berakhlak mulia, santun, malu, tawaduk, dan cinta kepada manusia. Islam juga memerintahkan umatnya agar menjauhi akhlak yang tercela, termasuk di antaranya adalah marah. Marah menghimpun segala bentuk keburukan Itu artinya, jika kita mampu menahan amarah, berarti kita telah meninggalkan segala keburukan. Jika kita telah meninggalkan segala keburukan, kita akan mendapatkan segala kebaikan.


———————-oOo———————-
PENUTUP

Marilah kita tutup majelis ilmu kita hari ini dgn membaca istighfar, hamdallah serta do’a kafaratul majelis
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين

dan istighfar

أَسْتَغفِرُ اَللّهَ الْعَظيِمْ

: Doa penutup majelis :

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ٭
Artinya:
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

~~~~~~
®Rumah Dakwah Indonesia

———————-oOo———————-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *