Apakah Maksud Manusia Sebagai Khalifah di Muka Bumi

Review anda

Hari : Sabtu, 10 Agustus 2019
Grup : Kajian Akhawat RDI
Muwajjih : Ustadz Toha
Tema : Apakah Maksud Manusia Sebagai Khalifah di Muka Bumi
Admin :
Moderator : Erviana Lestari
Notulen   : Mustika Tanila

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

MUQADIMAH
————————

بسم الله الر حمن الر حيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ
وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا و مِنْ َسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا
مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang masih memberikan kita nikmat iman, islam dan Al Qur’an semoga kita selalu istiqomah sebagai shohibul qur’an dan ahlul Qur’an dan dikumpulkan sebagai keluarga Al Qur’an di JannahNya..

Shalawat beriring salam selalu kita hadiahkan kepada uswah hasanah kita, pejuang peradaban Islam, Al Qur’an berjalan, kekasih Allah SWT yakninya nabi besar Muhammad SAW, pada keluarga dan para sahabat nya semoga kita mendapatkan syafaat beliau di hari akhir nanti. InsyaAllah..
Aamiin

========================

Materi :
————-
Banjarmasin, 9 Dzul Hijjah (hari Arofah) 1440/10 Agustus 2019
Amanah Manusia Sebagai Khalifah di Bumi
Oleh H. A. Jumadi Toha, LC H. A. Jumadi Toha, LC
〰〰〰〰〰〰〰

1. Deskripsi tentang Khalifah

Dalam surat al Baqoroh ayat 30 Allah menegaskan, “Sesungguhnya Aku akan menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Imam Qurtubi menjelaskan dalam kitab tafsirnya, bahwa yang dimaksud dengan “khalifah” menurut bahasa adalah pengganti. Sedangkan Ibnu Mas’ud dan Abdullah bin Abbas mengatakan “khalifah” adalah Nabi Adam ‘alaihissalam.

Beliau membawa misi melaksanakan hukum-hukum Allah, sebab beliau adalah utusan pertama Allah di muka bumi ini. Nabi Adam diutus Allah kepada anak-anak keturunannya yang berjumlah empat puluh anak, setiap anak perempuannya mengandung sepasang anak laki-laki dan anak perempuan, kemudian dari sanalah lahir keturunan yang banyak.

Sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa Ta’Ala “Dia Menciptakan kalian dari satu jiwa dan menciptakan darinya pasangannya (istri) kemudian mengembang-biakkan darinya laki-laki dan perempuan yang banyak.” (QS. Annisa:1).

Jadi khalifah bukan versi ormas islam tertentu yang cenderung “sempit” dengan usaha kerja mengangkat khalifah melalui sistem kekhilafahan di suatu Negara.

2. Khalifah dalam konteks kehidupan

Pada hakikatnya khalifah adalah manusia itu sendiri yang diberi amanah mengelola dan mengatur kehidupan di bumi agar berjalan sesuai dengan sunnatullah serta tidak melakukan pengerusakan.

Dari tinjauan syari yang lebih khusus tugas khalifah adalah tugas untuk melanjutkan dakwah dan seruan para utusan Allah, khususnya setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam wafat. Semenjak beliau wafat islam sebagai pedoman hidup yang sempurna selanjutkan diteruskan oleh para Khulafaur Rasyidin yang diberikan amanat secara khusus sebagai pengganti (khalifah) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Allah Subhanahu Wa Ta’Ala menegaskan dalam surat Al Ahzab ayat 72 “Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanat kepada langit, bumi dan gunung, namun mereka semua enggan menerimanya dan takut (tidak sanggup mengembannya) dan (akhirnya) amanat tersebut dipikul oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu adalah amat dzalim lagi bodoh.”
Dari ayat di atas dapat kita pahami bahwa “khalifah” pada hakikatnya adalah tugas mulia yang diberikan kepada seluruh manusia untuk mengelola serta mengatur (management) kehidupan di muka bumi ini.

Pengangkatan manusia sebagai khalifah di bumi tidak lepas dari latar belakang keadaan kehidupan bumi sebelumnya yang dipenuhi dengan pengerusakan dan pertumpahan darah yang dilakukan oleh “mahluk” sebelum Adam diciptakan. Karena itulah para Malaikat sempat “protes” kepada Allah ketika Dia menetapkan “khittah” Nya untuk menciptakan seorang “khalifah”.

Protes para Malaikat tersebut tidak lepas dari perilaku mahluk penghuni bumi sebelumnya yang senang menebarkan kerusakan dan melakukan pertumpahan darah, sebagaiman versi riwayat tafsir yang lain. Riwayat lain menyebutkan bahwa manusia sekaligus rasul pertama adalah Adam, sehingga “protes” para Malaikat tersebut dimaksud sebagai sebuah “ramalan” akan keadaan kehidupan bumi jika dikelola oleh manusia dengan tabiatnya yang suka merusak dan saling menumpahkan darah, sebagaimana ayat 72 surat al Ahzab di atas.

3. Cara Mengemban tugas Kekhalifahan

Dalam Al Qur’an Allah Subhanahu Wa Ta’Ala mengisahkan tentang kedua anak nabi Adam ‘alaihissalam, yang menurut sebuat riwayat bernama Habil dan Qobil. Ketika keduanya memberikan persembahan kepada Allah. Habil memberikan yang terbaik dari hewan ternaknya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’Ala sementara Qobil memberikan hasil panen yang buruk-buruk. Maka Allah menerima pengurbanan Habil dan menolak pengurbanan Qobil. Inilah yang melatar belakangi Habil dibunuh oleh saudaranya sendiri, sebagaimana yang dikisahkan dalam Al-Qur’an. karena itu darah pertama yang tumpah semenjak manusia ini diciptakan adalah darah anak nabi Adam bernama Habil karena didorong oleh penyakit iri hati dan dengki (hasad).

Mengemban amanat sebagai khalifah Allah dalam kehidupan ini haruslah sesuai dengan pedoman yang telah Allah tetapkan dalam kitab-Nya dan sunnah Rasul-Nya. Jika manusia tidak berpedoman kepada Al-Qur’an dan Sunnah Nabi, maka hanya akan menimbulkan kerusakan dan kedzaliman semata.

Urusan yang harus dikelola dan diatur manusia sebagai khalifah sangatlah banyak dan berat. Dalam hal ini manusia bertanggung jawab terhadap segala apa yang terjadi di muka bumi. Baik-buruknya kehidupan ini sangat ditentukan oleh perilaku manusia itu sendiri.

Karena itulah Allah menyatakan “Telah Nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan apa yang telah diperbuat kedua tangan manusia.” Musibah yang terus melanda tidak lepas dari dosa, keserakahan dan ketamakan manusia terhadap harta. Membangun negeri dengan cara mengeksploitasi kekayaan alam, seperti minyak, emas, gas dsb secara bebas dan melanggar hukum telah banyak memberi andil bagi kehancuran yang terjadi di negeri ini.

Karena itu ketika Allah melarang manusia agar mereka tidak berbuat kerusakan di bumi, manusia munafiq mengatakan, kami tidak sedang berbuat kerusakan, namun kami hanya melakukan perbaikan Allah membantah klaim mereka dengan mengatakan “Ketahuilah merekalah yang sesungguhnya para perusak, akan tetapi mereka tidak menyadari.”
والله أعلم

الحمد لله رب العالمين

______

•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
REKAP TANYA JAWAB

1.
Assalamu’alaykum..
Ustadz Rina RDI O1
Ustadz afwan ..
Jadi yg dimaksud Khalifah oleh Alloh itu…apakah pemimpin dlm suatu sistem/negara,?..
Bisakah sistem khalifah dijaman pr sahabat terulang lagi..dan siapa yg memilih khalifah utk ummat…Jazakalloh ustadz…

Jawab :

Khalifah dalam pengertian terminologi Islam adalah pemimpin ummat Islam secara keseluruhan, dipilih oleh ahlul Halli Wal aqdi (anggota musyawarah pemilihan Khalifah, semacam DPR sekarang).
Insya Allah, Islam akan kembali jaya seperti dahulu Islam pernah jaya di masa Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam dan para sahabat, karena itu merupakan janji Allah SWT dan Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam dalam hadits beliau riwayat imam Ahmad rahimahullah, dengan syarat yang sudah digariskan dalam Qur’an surat An-Nur ayat 51 (silahkan dibaca terjemahan). Wallahu’alam.

2. Ustadz afwan titipan pertanyaan..
Klu anak nabi adam itu nikahnya sm kembarannya atau nikah silang..

Jawab :

Nikah silang, pas Habil dapat yg cantik sementara qobil yg biasa, akhirnya terjadi fitnah, karena itu jgn cari yg canti atau yg ganteng takut fitnah.
3.
1. Assalamu’alaikum maaf mau nanya ustad.
Pernah denger katanya Rosulullah pernah bersabda : “Barang siapa mati & tidak ada baiat di pundaknya maka matinya mati jahiliyah” HR.Muslim
Maksudnya bagaimana ustad …
2. Seandainya kita mati sebelum khilafah berdiri apa kita juga mati dalam keadaan jahiliyah
Jawab :

1. Konteks hadits tersebut adalah dalam sistem negara Islam yg dikenal dengan istilah khilafah. Karena itu tugas pokok ahlul Halli Wal aqdi adalah membai’at Khalifah yang ditetapkan berdasarkan musyawarah atau petunjuk langsung oleh Khalifah sebelumnya. Tidak semua harus berbaiat sebab secara otomatis diwakilkan oleh anggota ahlul Halli Wal aqdi tadi.
2. Tidak. Khalifah itu berdiri bukan atas kehendak kita tapi kehendak Allah SWT.


———————-oOo———————-
PENUTUP

Marilah kita tutup majelis ilmu kita hari ini dgn membaca istighfar, hamdallah serta do’a kafaratul majelis
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين

dan istighfar

أَسْتَغفِرُ اَللّهَ الْعَظيِمْ

: Doa penutup majelis :

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ٭
Artinya:
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

~~~~~~
®Rumah Dakwah Indonesia

———————-oOo———————-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *