Teman beriman membawa syafaat dihari kemudian

Review anda

Hari : Sabtu, 15 Agustus 2020

Grup : kajian akhwat RDI
Muwajjih : Ayah undang
Tema : Teman beriman, membawa syafaat dihari kemudian
Admin : –
Moderator : mira
Notulen : mustika tanila

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
MUQADDIMAH
————————

بسم الله الر حمن الر حيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ
وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا و مِنْ َسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا
مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang masih memberikan kita nikmat iman, islam dan Al Qur’an semoga kita selalu istiqomah sebagai shohibul qur’an dan ahlul Qur’an dan dikumpulkan sebagai keluarga Al Qur’an di JannahNya..

Shalawat beriring salam selalu kita hadiahkan kepada uswah hasanah kita, pejuang peradaban Islam, Al Qur’an berjalan, kekasih Allah SWT yakninya nabi besar Muhammad SAW, pada keluarga dan para sahabat nya semoga kita mendapatkan syafaat beliau di hari akhir nanti. insyaaAllah..
Aamiin

========================
Materi :
————-
بِسْــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمن الرَّحِيْمُ
السلام عليكم و رحمة الله و بركاته
الحمد لله
نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ…

ام بعد
Segalanya milik Alloh apa yang ada di langit dan bumi, kenikmatan dan kesusahan asalnya dari Alloh sudah selayaknya kita panjatkan puji dan syukur hanya kepada Alloh SWT.

Agama Islam adalah agama yang mengangkat dan membebaskan manusia dari jaman jahiliah jaman kegelapan menuju ke jaman yang terang benderang, sudah selayaknyalah kita sebagai umatnya senantiasa menghaturkan sholawat dan salam hanya kepada Nabi Muhammad SAW
Seluruh Ulama Ahlu Sunnah wal Jama’ah bersepakat bahwa penghuni Neraka yang memiliki keimanan dalam hatinya, meskipun hanya seberat butir atom, akan keluar dari Neraka. Baik dengan syafa’at para nabi, malaikat atau orang mukmin, maupun dengan rahmat Allah Azza wa Jalla.
Hakim Iyadh, rahimahullah, penulis kitab “asy Syifa Fii Huquqi al Musthafa” menerangkan, bahwa syafaat itu terbagi menjadi lima bagian :
Syafaat Pertama

Khusus dengan perantaraan Nabi kita, Muhammad SAW. Syafaat ini bersifat menenangkan situasi dan mepercepat hisab, karena lamanya berdiri di tanah lapang pada hari kiamat. Tidak ada yang bisa memberikan syafaat ini kecuali beliau SAW, dan ini merupakan “syafaat uzhma (syafaat paling agung)”.

Tidak ada seorangpun yang mengingkari syafaat ‘uzhma ini.
Syafaat Kedua:

Untuk memasukkan kaum ke surga tanpa hisab. Dan ini juga khusus pada Nabi kita SAW

Syafaat Ketiga:

Untuk kaum yang ditetapkan masuk neraka, lalu Nabi SAW memberikan syafaat kepada mereka dan kepada siapa saja yang dikehendaki Allah, sampai mereka ditetapkan tidak masuk neraka.
Syafaat Keempat

Bagi orang-orang yang penuh dosa yang telah masuk neraka. Telah datang hadis-hadis shahih dengan mengeluarkan mereka dari neraka lantaran syafaat Nabi kita SAW, seluruh para Nabi as., para malaikat, dan orang-orang shalih dari hamba-hamba Allah yang mukmin.
Syafaat Kelima:

Tentang penambahan derajat di dalam surga untuk ahli surga yang amal-amalnya tidak cukup untuk mencapainya. Beliaulah SAW pemilik wasilah yang paling tinggi kedudukannya di dalam surga.

قُلْ لِلَّهِ الشَّفَاعَةُ جَمِيعًا لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ثُمَّ إِلَيْهِ تُرْجَعُون

“Katakanlah: “Hanya kepunyaan Allah syafaat itu semuanya. Kepunyaan-Nya kerajaan langit dan bumi. Kemudian kepadaNyalah kamu dikembalikan“
Dalam kitab Shahih Muslim, ada hadis dari Abu Hurairah ra. dari Nabi SAW yang bersabda:

“Di hari kiamat, saya adalah sayyidnya manusia. Apakah kalian tahu, apa derajat sayyid itu? Allah telah mengumpulkan umat-umat terdahulu sampai umat-umat yang terakhir di satu tempat yang tinggi, maka orang yang memandang bisa melihat mereka, dan orang yang memanggil-manggil bisa memperdengarkan kepada mereka, matahari pun dekat dengan ubun-ubun manusia, sehingga manusia benar-benar sampai di puncak kesedihan yang mereka tidak sanggup menahannya dan tidak mampu memikulnya. Maka sebagian manusia berkata kepada sebagian yang lain, ‘Tidakkah kalian melihat keadaan kalian sekarang ini? Tidakkah kalian melihat apa yang telah sampai kepada kalian? Tidakkah kalian melihat orang yang bisa memberikan syafaat kalian kepada Tuhan kalian?’. Maka sebagian manusia mengatakan kepada sebagian yang lain, ‘Datanglah kepada Nabi Adam!’. Lalu mereka datang kepada Nabi Adam as. dan mereka mengatakan, ”Wahai Adam, kamu adalah bapak semua manusia, Allah telah menciptakan kamu dengan kekuasaan-Nya, meniupkan ruhmu dari ruh-Nya, memerintahkan malaikat, lalu bersujud kepadamu, dan pernah menempatkan kamu di surga, maka berilah kami syafaat kepada Tuhanmu. Tidakkah kamu melihat keadaan kami sekarang? Tidakkah kamu melihat sesuatu yang telah sampai kepada kami?’.

Maka Nabi Adam as. Berkata, ‘Sesungguhnya Tuhanku sekarang ini sangat murka yang belum pernah murka seperti ini sebelumnya, dan tidak akan murka seperti ini lagi. Sesungguhnya Dia melarangku dari pohon, lalu saya mendurhakainya, saya sibuk dengan diriku sendiri, diriku sendiri, diriku sendiri, pergilah kepada selainku, pergilah kepada Nuh’. Lalu mereka datang kepada Nabi Nuh as. Lalu mereka mengatakan, ‘Wahai Nuh, kamu adalah Rasul pertama yang diutus kepada penduduk bumi, dan Allah memberimu nama hamba yang banyak bersyukur. Maukah kamu memberikan syafaat untuk kami kepada Tuhanmu, tidakkah kamu melihat keadaan kami sekarang? Tidakkah kamu melihat sesuatu yang telah sampai kepada kami?’.

Maka Nabi Nuh as. berkata kepada mereka, ‘Sesungguhnya Tuhanku sekarang ini sangat murka dengan murka yang belum pernah murka seperti ini sebelumnya, dan tidak akan murka seperti ini lagi. Sesungguhnya saya mempunyai doa yang saya doakan untuk kaumku, saya sibuk dengan diriku sendiri, diriku sendiri, diriku sendiri, pergilah kepada selainku, pergilah kepada Ibrahim’. Maka mereka mendatangi Nabi Ibrahim as., lalu mengatakan, ‘Kamu adalah Nabi Allah, dan kekasih-Nya dari penduduk bumi, maka berilah kami syafaat kepada Tuhanmu! Tidakkah kamu melihat keadaan kami sekarang? Tidakkah kamu melihat sesuatu yang telah sampai kepada kami?’. Maka Nabi Ibrahim as. berkata kepada mereka, ‘Sesungguhnya Tuhanku sekarang ini sangat murka dengan murka yang belum pernah murka seperti ini sebelumnya, dan tidak akan murka seperti ini lagi. Sesungguhnya saya pernah berbohong tiga kali, lalu menyebutkannya. saya sibuk dengan diriku sendiri, diriku sendiri, diriku sendiri, pergilah kepada selainku, pergilah kepada Musa!’.

Maka mereka mendatangi Nabi Musa as., lalu mengatakan, ‘Wahai Musa, kamu adalah utusan Allah, dan Allah telah memberikan keutamaan kepadamu melebih manusia dengan risalah-Nya dan dengan berbicara dengan-Nya, maka berilah kami syafaat kepada Tuhanmu! Tidakkah kamu melihat keadaan kami sekarang? Tidakkah kamu melihat sesuatu yang telah sampai kepada kami?’. Maka Nabi Musa as. berkata kepada mereka, ‘Sesungguhnya Tuhanku sekarang ini sangat murka dengan murka yang belum pernah murka seperti ini sebelumnya, dan tidak akan murka seperti ini lagi”. Sesungguhnya saya pernah membunuh seseorang yang saya tidak diperintahkan untuk membunuhnya, saya sibuk dengan diriku sendiri, diriku sendiri, diriku sendiri, pergilah kepada selainku, pergilah kepada Isa!’. Maka mereka mendatangi Nabi Isa as., lalu mengatakan, ‘Wahai Isa, kamu adalah Rasul Allah dan kalimat-Nya yang diberikan kepada Maryam dan kamu adalah ruh dari-Nya, dan kamu bisa berbicara dengan manusia di dalam kandungan perut ibunya. Maka berilah kami syafaat kepada Tuhanmu! Tidakkah kamu melihat keadaan kami sekarang? Tidakkah kamu melihat sesuatu yang telah sampai kepada kami?’. Maka Nabi Isa as. berkata kepada mereka, ‘Sesungguhnya Tuhanku sekarang ini sangat murka dengan murka yang belum pernah murka seperti ini sebelumnya, dan tidak akan murka seperti ini lagi’. Nabi Isa as. tidak menyebutkan satu dosapun. Saya sibuk dengan diriku sendiri, diriku sendiri, diriku sendiri, pergilah kepada selainku, pergilah kepada Muhammad!’.

Maka mereka mendatangiku, lalu mengatakan, “Wahai Muhammad, engkau adalah Rasul Allah, dan Nabi yang terakhir, dan Allah telah mengampuni dosamu yang telah lewat dan yang akan datang, maka berilah kami syafaat kepada Tuhanmu! Tidakkah kamu melihat keadaan kami sekarang? Tidakkah kamu melihat sesuatu yang telah sampai kepada kami?’. Maka saya berangkat mendatangi tempat di bawah ‘Arsy, maka saya langsung bersujud kepada Tuhanku, kemudian Allah membukakan untukku sesuatu yang belum pernah dibukakan kepada siapapun sebelumku, dan memberikan ilham kepadaku dari pujian-pujian-Nya dan sanjungan-Nya yang bagus, kemudian berfirman, ‘Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu, mintalah, maka kamu akan diberi, mintalah syafaat, maka kamu akan diberi syafaat’. Saya angkat kepalaku, lalu saya katakan, ‘Wahai Tuhanku, umatku, wahai Tuhanku umatku, wahai Tuhanku”. Maka difirmankan, ”Wahai Muhammad, masukkanlah umatmu ke surga seperti orang yang masuk surga tanpa hisab, dari pintu kanannya pintu-pintu surga. Mereka adalah para teman orang-orang yang masuk surga dari pintu selain itu”. Demi Allah Yang jiwa Muhammad berada dalam kekuasaan-Nya, sesungguhnya lebarnya pintu-pintu surga itu seperti jarak antara Makkah dan Hajar, atau seperti Makkah dan Bushra’”
Demikian Paparan kali ini
Yang benar datang nya dari اللّه
Yang salah dari setan karena ane gak salah apa apa
Mohon maaf jika ada salah salah kata dalam penulisan

العلم بلاعمل كا لشجر بلا ثمر

Ilmu itu apabila.tidak diamalkan bagaikan pohon yang tidak berbuah
جزاكم الله خير جزاء شكرا وعفوا منكم…
فا استبقوا الخيرات…

والسلام عليكم ورحمة الله و بر كاته

•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
REKAP TANYA JAWAB
————-
1️⃣ Ummu Fatun

intinya dalam berteman kita hrs pilih2 ya tadh? Hrs yg bisa mebgupgrade keistiqomahan kita dlm ibadah.. Nah kbykan nih klo sikap spt ini mlh dibilang kuper ato sombong… Bgm tadh?

jawab :
Kita memang harus senantiasa mengupgrade hubungan vertical kita sama Alloh tapi kita juga tetap jangan melupakan ibadah2 yg bersifat horizontal atau muamalah. Tawazunlah dalam hal ini
Wallahualam

2️⃣ Vinjun RDI 20 – tanya ustadz..

Cara agar menjadi hamba yg bisa dapat syafa’at baginda bagaimana ustad?

jawab :
Ana sebutkan 3 di antaranya

-Membaca doa setelah azan dikumandangkan

Dalam satu riwayat disebutkan, “Barangsiapa berdoa (membaca) setelah mendengarkan suara azan (dengan doa yang artinya): Ya Allah, Tuhan yang memiliki seruan sempurna ini serta salat yang akan didirikan. Limpahkanlah kepada Nabi Muhammad derajat yang tinggi dan keutamaan, dan bangkitkanlah beliau pada tempat yang terpuji yang telah Engkau janjikan, berhaklah baginya untuk mendapatkan syafaatku (yaitu pertolongan Nabi dengan izin Allah) pada hari kiamat.” (HR Bukhari – Muslim).
-salat Jenazah
Kendati salat ini hukumnya adalah fardhu kifayah, tetapi melaksanakan salat Jenazah memiliki ganjaran yang besar.
Dari Aisyah bahwa Nabi shalallahu Muhammad bersabda, “Jika ada orang yang wafat disalatkan oleh 100 kaum muslimin mereka memberi syafaat (doa) untuk mayit tersebut maka mereka semua akan mendapat syafaat,” (HR Muslim)
-Memperbanyak membaca selawat

Selawat sendiri merupakan ibadah yang istimewa bahkan tidak hanya dilakukan oleh manusia saja tetapi selawat juga dilakukan oleh para malaikat dan Allah Swt.
Dalam salah satu hadis dikatakan,

Abdullah bin Mas’ud berkata bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda, “Orang yang paling berhak dengan syafaatku di hari kiamat adalah mereka yang paling banyak salawatnya kepadaku.” (HR Tirmidzi)

3️⃣ Herlina 09

Bismillah
Afwan ustad pertanyaan y agak melenceng
sy kn jaga kios bergantian sama suami
Pas adzan suami berangkat k mesjid kdng sekalian kajian jadi saya kadng solat waktu y mepet bgt itu gmna yh ustad
Sya jga sering pengen ikut kajian tpi TDK d ijinkan

jawab :
Ada kalanya urusan dunia mengalahkan urusan akhirat .
Insya Alloh rezeki tak akan kemana begitu masuk sholat sholatlah jangan sampai kita di cap melalaikan sholat karena urusan dunia.
Ini sebenarnya bisa di siasati dengan mengambil karyawan yg biaa gantian ketika waktu aholat tiba atau toko tutup dulu selama kita sholat tak akan menghabiskan waktu lama kok
Wallahualam

4️⃣ Mira RDI 16

Gimana hukum nya klo kita menjauh / jaga jarak sama seseorang teman krna 1 dan lain hal, meski tidak putus hubungan pertemanan ustMan
Gimana tuh

jawab :
Kalau tujuan nya demi kemaslahatan sebuah hubungan gpp asal jangan kita jaga jarak karena ada keinginan memutuskan tali silaturahmi dgn orang tsb
Wallahualam

5️⃣ Rajiati RDI 05

Mau tanya ustad kalau kita banyak dirumah sibuk urus suami dan anak dan tidak banyak memiliki teman dluaran karena kita menjaga agar bisa berteman dg yang sholihah, saat kita butuh pertolongan lingkungan sekitar tdk bersedia menolong bagaimana sikap kita sebaiknya?

jawab :
Jangan pernah bergantung kepada manusia tapi kita juga jangan pernah meninggalkan hal2 yg bersifat muamalah.
Kalau kita butuh pertolongan mintalah sama Alloh
InsyaAlloh Alloh akan datangkan pertolongan itu.
Pertolongan Alloh akan datang di saat yang tepat buat kita bukan di saat kita minta.

Wallahualam

6️⃣ Laura RDI 11 – 12

Dosa-Dosa besar seperti apa saja yang tidak akan mendapatkan syafa’at ?…

jawab :
-Kesyirikan dapat menghalangi seseorang memperoleh syafa’at. Karena ada dua syarat yang harus terpenuhi sehingga seseorang dapat menerima syafa’at, yaitu izin dari Allah kepada pemberi syafa’at untuk memberi syafa’at. Hal ini sebagaimana firman Allah ta’alaa, “ Siapakah yang dapat memberi syafa’at tanpa izin-Nya.” (Al-Baqarah: 225). Dan yang selanjutnya adalah ridho Allah kepada orang yang akan diberi syafa’at.

Allah ta’alaa berfirman, “Dan mereka tidak memberi syafa’at kecuali terhadap orang-orang yang diridhoi-Nya.” (Al-Anbiyaa’: 28).

Syirik membatalkan amalan bahkan menghilangkan nilai pahala dari suatu amalan. Sehingga amalan yang dilakukan oleh seseorang yang berbuat kesyirikan tidak akan diterima. Dan amalan mereka laksana debu yang beterbangan,
-Pemimpin yang zhalim kepada pengikutnya, dan orang-orang yang berlebihan dalam perkara agamanya. Kedua golongan ini telah disebutkan dalam sebuah hadits dari Abi Umamah radliyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “ Dua golongan dari umatku yang tidak akan mendapatkan syafa’atku, Pemimpin yang zhalim, dan orang yang ghuluw dan melampaui batas (agama).” (Riwayat ath-Thabrani dalam kitab al-Mu’jam al-Kabaair, al-Haitsami berkata, perawinya tsiqah).
-Orang yang mendustakan syafa’at. Dari Anas bin Malik radliyallahu ‘anhu, ia berkata, “ Barang siapa yang mendustakan syafa’at maka ia tidak akan mendapatkan bagian darinya.” Maka siapapun yang tidak membenarkan adanya syafa’at dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam , mengingkari kedudukan beliau yang mulia di sisi Allah pada hari Kiamat, dan menafikannya dari beliau. Maka orang seperti ini tidak akan mendapatkan syafa’at dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
-Orang yang mengada-adakan perkara baru dalam agama, nash-nash telah menunjukkan bahwasanya hal ini dapat menghalangi seseorang mencicipi telaga Rasulullah pada hari Kiamat, dan tidak bermanfaat syafa’at Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada mereka. Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas radliyallahu ‘anhumaa, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “ Bahwasanya akan di datangkan laki-laki dari umatku lalu mereka akan digiring ke arah kiri. Maka aku berkata, ‘Wahai Tuhanku, ia adalah shahabatku.’ Kemudian Allah berkata, ‘Sesungguhnya kamu tidak tau apa yang terjadi setelah (kematian)-mu.’ Maka aku berkata sebagaimana perkataan hamba yang shaleh (Nabi Isa), ‘ …Dan aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di tengah-tengah mereka. Maka setelah Engkau mewafatkanku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau-lah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana.’” (Muttafaqun ‘Alaihi).
Wallahu a’lam.

7️⃣ Erika – RDI 09

izin meminta solusi agar ibadah nya senantiasa tetap Istiqomah itu bgaimna ya ustadz, krna selalu ada keluhan2, yg lelah lah, yg butuh istirahat byk, padahal niat hati pengen ini itu, udah tiba waktunya kok malas ngerjain yg sunah hingga yg wajib pun telat

jawab :
-Meluruskan niat
Sebelum seseorang melaksanakan ibadah ia tentunya harus berniat dalam hati. Dengan memiliki niat yang lurus dan hanya mengharapkan ridha Allah SWT
-Berdoa
Sebab terbesar yang mampu menopang seorang hamba untuk teguh diatas jalan hijrah adalah do’a. Oleh karena itu, do’a yang paling sering dilantunkan Rasulullah adalah:

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ

“Ya Allah, Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.” (HR. Tirmidzi )
-Memperbanyak Amal Shalih
Memperbanyak amal shalih termasuk perkara yang dapat meneguhkan langkah seorang hamba di atas jalan hijrah. Allah berfirman:

“Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka.” (QS. Al Baqoroh: 265)
-Berteman Dengan Orang Shalih.
Jika seseorang ingin kebaikan maka hendaknya ia berteman dengan orang baik. Sebagaimana jika seseorang ingin pandai dalam berdagang, maka hendaknya berteman dengan para pedagang, bukan dengan para petani atau nelayan.

Bagaimana mungkin orang yang ingin taubat dari dosa zina, namun ia masih berkumpul dan berteman dengan para pezina. Atau ingin agar istiqomah dalam mengerjakan shalat, namun ia sering berpergian dengan teman yang tidak mengerjakan shalat.

Allah ta’ala berfirman:

“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Rabbnya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.” (QS. Al Kahfi: 28)
Wallahualam

———————-oOo———————-
PENUTUP

Marilah kita tutup majelis ilmu kita hari ini dgn membaca istighfar, hamdallah serta do’a kafaratul majelis
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين

dan istighfar

أَسْتَغفِرُ اَللّهَ الْعَظيِمْ

: Doa penutup majelis :

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ٭
Artinya:
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

~~~~~~
®Rumah Dakwah Indonesia

———————-oOo———————-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *