Ghibah Berujung Fitnah

Review anda

Notulensi Kajian Bulanan Rumah Dakwah Indonesia
~~~~~~~~~

Hari : Ahad, 16 Agustus 2020
Grup : Kajian Akhwat RDI
Muwajjih : Ustad Herman Budianto
Tema : Ghibah Berujung Fitnah
Admin : All Admin
Moderator : Fildzah
Notulen : Tika

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

MUQADIMAH
______

بسم الله الر حمن الر حيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ
وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا و مِنْ َسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا
مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ

Puji syukur kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta’Ala yang masih memberikan kita nikmat iman, islam dan Al Qur’an semoga kita selalu istiqomah sebagai shohibul qur’an dan ahlul Qur’an dan dikumpulkan sebagai keluarga Al Qur’an di JannahNya..

Shalawat beriring salam selalu kita hadiahkan kepada uswah hasanah kita, pejuang peradaban Islam, Al Qur’an berjalan, kekasih Allah Subhanahu Wa Ta’Ala yakninya nabi besar Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, pada keluarga dan para sahabat nya semoga kita mendapatkan syafaat beliau di hari akhir nanti. In syaa Allaah..
Aamiin

==========================

MATERI :
_____

Baik akhawat fillah sekalian, semoga semua senantiasa sehat wal afiat
Hari ini membahas tentang Ghibah Berujung Fitnah..

Apakah hari ini kita sudah mencoba untuk tidak melakukan ghibah apalagi fitnah?

Banyak sekali media yang bisa membuat kita secara sadar atau tidak sadar melakukan ghibah dan juga fitnah.

Kalau kita mampu menjaga lisan, tangan kita dari ghibah dan juga fitnah. Masya Allah sebuah peluang besar untuk mendapatkan surga Allah

Perbedaan Ghibah dan Fitnah

Nah sebelumnya mari kita lihat perbedaan tentang ghibah dan fitnah. Agar kita tidak salah membedakan, jangan sampai ghibah yang sudah merupakan dosa bertambah mejadi fitnah yang merupakan dosa besar.

Ghibah yaitu ketika seseorang menyampaikan suatu keburukan yang ada pada saudara atau temannya kepada orang lain, padahal saudara/temannya
tidak ingin apabila keburukan itu sampai pada orang lain.

Sedangkan fitnah yaitu ketika seseorang menuduh keburukan terhadap saudara, teman atau orang lain, padahal apa yang dibicarakan itu tidak ada pada diri saudara, teman atau orang lain.

Landasan Ayat dan Hadits Tentang Ghibah dan Fitnah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ قَالَ : أَتَدْرُوْنَ مَا الْغِيْبَةُ ؟ قَالُوْا : اللهُ وَ رَسُوْلُهُ أَعْلَمُ، قَالَ : ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ، فَقِيْلَ : أَفَرَأَيْتَ إِنْ كَانَ فِيْ أَخْيْ مَا أَقُوْلُ ؟ قَالَ : إِنْ كَانَ فِيْهِ مَا تَقُوْلُ فَقَدِ اغْتَبْتَهُ، وَ إِنْ لَمْ يَكُنْ فِيْهِ مَا تَقُوْلُ فَقَدْ بَهَتَّهُ

“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasannya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “’Tahukah kalian apa itu ghibah?’ Lalu sahabat berkata: ‘Allah dan rasulNya yang lebih tahu’. Rasulullah bersabda: ‘Engkau menyebut saudaramu tentang apa yang dia benci’. Beliau ditanya: ‘Bagaimana pendapatmu jika apa yang aku katakan benar tentang saudaraku?’ Rasulullah bersabda: ‘jika engkau menyebutkan tentang kebenaran saudaramu maka sungguh engkau telah ghibah tentang saudaramu dan jika yang engkau katakan yang sebaliknya maka engkau telah menyebutkan kedustaan tentang saudaramu.’” (HR. Muslim no. 2589)

Hukum Ghibah

Ghibah adalah perkara yang diharamkan sebagaimana dalam firman-Nya, Allah telah melarangnya sebagaimana dalam kaidah ushul fikih bahwa lafadz larangan asalnya menghasilkan hukum haram. Di antara dalil larangan ghibah adalah firman Allah ta’ala:

يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اجْتَنِبُوْا كَثيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمُ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُم أَنْ يَأكُلَ لَحْمَ أَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُ ۚ وَاتَّقُوْا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوّابٌ رَحيمٌ

“Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak prasangka. Sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. Janganlah kamu mencari kesalahan orang lain dan jangan di antara kalian menggunjing sebagian yang lain. Apakah di antara kalian suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? tentu kalian akan merasa jijik. Bertakwalah kalian pada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat dan Maha Penyayang.” (QS. Al-Hujurat : 12)

Ibnu Katsir menjelaskan dalam Tafsirnya bahwa pada ayat ini terdapat pelarangan dari perbuatan ghibah. Penjelasan hal tersebut sebagaimana dalam hadits dari Abu Hurairah yang telah disebutkan sebelumnya.

Ghibah tetap haram, baik itu sedikit atau banyak sebagaimana dijelaskan dalam Sunan Abu Dawud (4875), diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata:

حَسْبُكَ مِنْ صَفِيَّةَ كَذَا وَ كَذَا. قَالَ غَيْرُ مُسَدَّدٍ تَعْنِيْ قَصِيْرَةً. فَقَالَ : لَقَدْ قُلْتِ كَلِمَةً لَوْ مُزِجَتْ بِمَاءِ الْبَحْرِ لَمَزَجَتْهُ.

“Wahai Rasulullah, cukuplah menjadi bukti bagimu kalau ternyata Shafiyah itu memiliki sifat demikian dan demikian.” Salah seorang periwayat hadits menjelaskan maksud ucapan ‘Aisyah, yaitu bahwa Shafiyah itu orangnya pendek. Oleh karena itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sungguh engkau telah mengucapkan sebuah kalimat yang seandainya dicelupkan ke dalam lautan maka niscaya akan merubahnya”., HR Abu Dawud)

Kalau kita kaji dari sisi hukum ghibah dan fitnah sebenarnya banyak sekali yang sudah tahu. Bahwa hal tersebut dosa besar.

Lalu kenapa masih banyak sekali orang beriman yang tergelincir terus melakukan ghibah?

Beberapa hal yang menyebabkan kita tergelincir dalam ghibah dan fitnah adalah

1. Godaan syetan yang menyebabkan kita melupakan rasa khauf (takut) kepada Allah shg terbawa nafsu untuk melakukannya

2. Sifat hasad (iri dengki) atas nikmat orang lain sehingga membuat kita lupa akan nikmat yang besar dari Allah.

3. Terlalu banyak bergaul dengan manusia tetapi kurang bergaul (bertaqarub) kepada Allah . Para ulama berusaha membatasi pergaulan yg tidak terlalu banyak agar mampu menjaga hati, fikiran dan lisan dari ghibah, kibr, fitnah

Nah bagaimana dengan kita, apakah kita sudah berusaha dengan seoptimal mungkin menjauhi ghibah, fitnah?

Jangan sampai kita menjadi orang yang muflis (bangkrut) diakhirat.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Apakah kalian tahu siapa orang yang bangkrut itu?” Para sahabat menjawab, orang yang bangkrut itu adalah yang tidak mempunyai dirham maupun harta benda.” Tetapi Nabi Muhammad SAW berkata: orang yang bangkrut dari ummatku ialah orang yang datang pada hari kiamat membawa (pahala) salat, puasa dan zakat, namun (ketika di dunia) dia telah mencaci dan (salah) menuduh orang lain, makan harta, menumpahkan darah dan memukul orang lain (tanpa hak). Maka orang-orang itu akan diberi pahala dari kebaikan-kebaikannya. Jika telah habis kebaikan-kebaikannya, maka dosa-dosa mereka akan ditimpakan kepadanya, kemudian dia akan dilemparkan ke dalam neraka”. (HR Muslim).

Ketika kita tahu bahwa hal tersebut ghibah maka sesuai dengan syariah.
1. Menasehati untuk tidak melakukan ghibah
2. Bila nasehat tidak didengarkan maka wajib meninggalkan tempat tersebut krn kalau kita tidak pergi dan ikut mendengarnya maka akan terkena dosanya juga

Mari kita terus berusaha untuk meningkatkan ilmu dan amal kita termasuk masalah ghibah dan fitnah ini. Jangan sampai meremehkan dosa besar ini shg kita akan menyesal di akherat nanti

•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••

REKAP TANYA JAWAB
_________

1. Rajiati rdi 05
Mau tanya ustad Meminta maaf kepada orang yang pernah kita ghibahin apakah perlu di jelaskan atau cukup menyampaikan permohonan maaf untuk semua kesalahan?

Jawab:
Kalau orang tsb sudah memaafkan semua kesalahan.maka cukup dengan meminta maaf secara keseluruhan bu. Tp kalau dia minta diperjelas maka harus dijelaskan kesalahan apa yang sudah pernah ibu lalukan

2. Anda alvi rdi 15 16
Afwan ustadz, kl partner kerja sering ngomonginn aib org lain gmn ya? Soalnya seruangan cm berdua, mau dicuekin jg g enak
Tp g mau trlalu jauh dgrin tmn saya ngomongin org lain

Jawab:
Kita harus lebih takut kepada Allah bu atas siksa Nya dan juga kasihan teman yg terus berghibah. Maka harus berani menasehati terus menerus dan tegas tdk mau diajak ghibah

••••••••••• ═══ ~~~ ═══ ••••••••••

PENUTUP
____

Marilah kita tutup majelis ilmu kita hari ini dgn membaca istighfar, hamdallah serta do’a kafaratul majelis

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين

dan istighfar

أَسْتَغفِرُ اَللّهَ الْعَظيِمْ

Doa penutup majelis :

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

Artinya:
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

~~~~~~~

®Rumah Dakwah Indonesia

_____•••••••_____

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *