Ketika ilmu tidak memuliakanmu

Review anda

Notulensi Kajian Bulanan Rumah Dakwah Indonesia
~~~~~~~

Hari : Selasa , 08 September 2020
Grup : Ikhwan
Tema : “KETIKA ILMU TIDAK MEMULIAKANMU”
Moderator : Beni
Notulen : Abu Qaisheer

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

MUQADIMAH
————————

بسم الله الر حمن الر حيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ
وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا و مِنْ َسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا
مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang masih memberikan kita nikmat iman, islam dan Al Qur’an semoga kita selalu istiqomah sebagai shohibul qur’an dan ahlul Qur’an dan dikumpulkan sebagai keluarga Al Qur’an di JannahNya..

Shalawat beriring salam selalu kita hadiahkan kepada uswah hasanah kita, pejuang peradaban
Al Qur’an berjalan, kekasih Allah SWT yakninya nabi besar Muhammad SAW, pada keluarga dan para sahabat nya semoga kita mendapatkan syafaat beliau di hari akhir nanti. InsyaaLlah..
Aamiin

========================

MATERI

Ikhwanfillah ….

Ada yang suka nonton acara ILC di TV One atau acara lain yang serupa dimedia lainnya?

Boleh sedikit sharing mengenai pendapatnya ?

Mudah2an sharing pendapat dari antum menjadi prolog agar kajian malam ini lebih tepat sasaran …

Mungkin lebih fokus pada acara yang berkaitan dengan tema tentang umat Islam

Tadi sempet ana tanyakan terkait dengan acara2 stasiun TV yang disana mempertemukan 2 pihak yang pro dan kontra ditambah dengan mereka2 yang menjadi pihak netral dibawah panduan host sebagai pemimpin sidang

Jika kita perhatikan secara bersama disana ada sebuah adu ilmu, adu gagasan, adu ide, adu argument, adu pengaruh, atau adu2 lainnya …

Merasa tidak kita akan hal tersebut ?

Sadar atau tidak disana ada hal besar yang sedang dipertaruhkan …

Akidah kita sedang dipertaruhkan … Nahi Mungkar sedang diperjuangkan …. oleh Siapa ?

Oleh Saudara2 kita yang berkecukupan ilmu … berkecukupan popularitas … berkecukupan massa …

Melawan siapa ?

Melawan kaum2 munafikkun … kenapa ana bilang kaum2 munafik?

Karena kalo kafir sudah jelas mereka lawan kita …

tapi kalo orang-orang munafik … Mereka seakan saudara, tetapi pada dasarnya mereka adalah musuh …

Perhatikan baik-baik dalam setiap argumen yang disampaikan …

Kemampuan berbicara, kemampuan menyampaikan ide dan gagasan, kemampuan mempengaruhi masa ada pada tokoh2 yang dihadirkan

semua berpendapat bahwa mereka2 yang hadir adalah orang-orang yang BERILMU …

Namun apa yang terjadi ….

ILMU tidak menjadikan mereka menjadi lebih MULIA …

Berapa banyak ustadz, kyai, dai, yang sholeh dibentak, dihina, dan bahkan dilecehkan dengan argumen2 yang terlihat sangat rasional …

mereka BERILMU tapi tak BERADAB …

padahal dalam Islam yang utama adalah ADAB sebelum ILMU …

Apakah dengan mendebat, melecehkan, dan bahkan ada yang terangan2an menghina membuat mereka menjadi MULIA ?

jawabnya TIDAK

dsitulah mereka lupa bahwa tidak semua ILMU yang dipunya Membawa KEMULIAN bagi DIRINYA

Sebaik-baik ILMU adalah ILMU tentang AGAMA … ILMU yang mengantarkan penuntutnya menuju jalan Allah SWT.

Sebaik-baik ILMU adalah ILMU tentang AGAMA … ILMU yang mengantarkan penuntutnya menuju jalan Allah SWT.

dan kewajiban menuntut ilmu ini berlaku bagi kaum muslimim dan muslimat dimanapun kita berada

ikhwanfillah ….

Dalam kehidupan di zaman modern ini, belajar ilmu pengetahuan sangatlah penting, dan jangan pernah berhenti untuk mencari ilmu selama kita bisa, terutama ilmu pengetahuan tentang agama
Di zaman modern saat ini ilmu tidak harus didapat dari seseorang dengan bersekolah tinggi, tetapi ilmu juga bisa didapat dalam aktivitasmu setiap hari.

Ilmu adalah cahaya

Sifat cahaya yang paling utama adalah memberi penerang. Mengusir kegelapan juga menjadi salah satu tujuan munculnya cahaya. Petunjuk arah juga peran yang tak kalah penting dari cahaya. Maka, ilmu yang benar akan menjadi cahaya yang mengusir kegelapan, sekaligus menunjukkan arah kebaikan.

Posisi ilmu sebagai cahaya adalah posisi mulia dalam kehidupan manusia, dan bahkan karena kemuliaan ilmu, Allah memerintahkan nabinya untuk berdoa agar Rabbul Izzati berkenan memberi ilmu sebagai rezeki.

”Maka Maha Tinggi Allah Raja Yang sebenar-benarnya, dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al qur’an sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu, dan katakanlah: ’Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan,” (QS. Thaha: 114).
Sebuah konsekuensi yang sangat logis ketika kita mempelajari sesuatu yang mulia maka kemuliaan yang sama dengan sendirinya akan menjadi milik kita

Sebuah konsekuensi yang sangat logis ketika kita mempelajari sesuatu yang mulia maka kemuliaan yang sama dengan sendirinya akan menjadi milik kita

Allah memuliakan dan meninggikan derajat manusia yang memiliki ilmu.

Maka jawabnya SEDERHANA …

KESOMBONGAN

Lalu bagaimana sebuah ILMU justru TIDAK MEMULIAKAN

Karena kesombonganlah ILMU tidak memuliakan

karena kesombongalah ilmu justru menjatuhkan

karena kesombonganlah Ilmu menjadi petaka bagi pemiliknya …

Bukti sudah terlalu banyak berbicara … Jika kita jeli, maka kita dengan mata telanjang bisa menjadi saksi bagaimana ILMU justru MENGHINAKAN

Seharusnya dengan ILMU HIDUPMU akan MULIA

Sesungguhnya, seluruh penciptaan ini tidak memiliki tujuan lain kecuali penghambaan. Setiap ilmu pengetahuan yang kita pelajari harus dibangun dengan satu tujuan, yaitu agar proses pengabdian kita kepada Allah SWT menjadi lebih baik dan semakin sempurna.

Dengan ILMU penghambaanmu kepada MANUSIA justru sirna

Dengan ILMU, Allah lah TUJUAN HIDUPMU …

Lepaskan KESOMBONGANmu, niscaya ILMU akan MEMULIAKANMU ….

Lepaskan KEEGOANMU, niscaya ILMU akan MENGANGKAT DERAJATMU …

Lepaskan KEBODOHANMU, karena ILMU adalah CAHAYA PENERANG BAGIMU ….

Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
REKAP TANYA JAWAB

Pertanyaan 1
Dian Wijaya – Cikarang
Group Ikhwan 08

Bismillahirrahmanirrahim
Izin bertanya ustadz, di zaman sekarang kan banyak yang dulunya beradab dan berilmu bahkan sangat baik tutur katanya tapi kenapa ketika seseorang berubah ketika berada diatas menjadi tidak beradab meski masih berilmu bahkan ada belum berilmu tapi sudah tidak beradab, diatas juga sudah dijelaskan adab dahulu baru berilmu nah bagaimana cara kita belajar adab dan dapat mempertahankan nya ketika sudah berilmu? Sedangkan banyak di zaman sekarang banyak yang awalnya belajar adab tapi setelah berilmu menjadi tidak punya adab? Bahkan belum sampai berilmu adabnya sudah hilang terlebih dahulu?
Syukron ustadz

Jawaban:

Jazakallah pertanyaanya akhi … Tadi sudah ana jelaskan bahwa pangkal masalah adalah KESOMBONGON. Jabatan adalah amanah, ketika amanah diemban oleh orang-orang yang tidak amanah maka yang terjadi adalah kesewenang-wenangan. Kesewenang-wenangan muncul karena KESOMBONGAN. Merasa paling pintar, paling benar, dan paling alim adalah bentuk KESOMBONGAN. Cara belajar adab yang terbaik tentu ada pada diri Rasulullah SAW. Cerminan diri Rasulullah saat ini ada pada Ulama. Siapa Ulama? orang yang BERILMU …. ILMU apa? ILMU agama tentunya… Belajar kepada kehidupan para ulama karena disana antum akan menemukan adab.

—————————————

2. Afwan Ustadz, sya agus di tangerang..

Ijin bertanya Ustadz, tema mlm ini “Ketika ilmu tidak memuliakanmu”, lalu berkaitan dg program tv spti ILC dan sejenisnya yg Ustadz sampaikan td.

Jika sya lht krg lbh 4 thn kebelakang byk skli nara sumber acara tv yg terkesan tdk berilmu namun mjd pembicara. Bhkan yg terbaru acara td pagi di tv ttg “sertifikasi Dai”.

Pertanyaan sya, Apakah ada faktor lain selain kesombongan yg menyebabkan ilmu yg dimiliki seseorang mjd penyebab dia tdk dimuliakan Ustadz? Krn sya mengenal bbrp org yg tdk dimuliakan oleh ilmu yg dimilikinya (pendapatnya utk persoalan2 umat tdk tepat sekali dan terkesan liberal), pdhl bbrp org tsb dikenal santun dan baik tutur katanya.

Demikian Ustadz

Jawaban :

Sekali lagi ana tegaskan salah satu ujian didunia adalah jabatan atau kekuasaan, karena jabatan dan kekuasaan itulah muncul kesombongan. Silahkan antum perhatikan ketika program Sertifikasi Dai akan dijalankan. Siapa yang berbicara diawal? adalah mereka2 yang berada dilingkar kekuasaan, tujuannya apa membungkam kebenaran. Bahkan perwakilan umat yang direprentasikan dalam MUI saja tidak diajak bicara. Kemudian gencar dengan promosi2 yang menyejukkan, atas nama toleransi, atasnama umat, atas nama NKRI dan lain sebagainya … Iklannya indah …. tapi perlu diingat Semua IKLAN itu selalu indah karena menawarkan produk, tetapi ketika sudah membeli baru kita akan tahu sebenranya seperti apa produk itu. Faktor utamanya adalah KESOMBONGAN. Turunannya macam2 jabatan, kekuasaan, kedudukan, kekayaan, keturunan, pekerjaan, anak, istri, dan lain sebagainya …
—————————————-

Pertanyaan 3
Abu Qaisheer – Padang
Group Ikhwan 05

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu’alaikum
Warrahmatullah wabbarakatuh

Bagaimana cara melakukan adabtasi kepada lingkungan yang tidak mau melaksanakan adab dan percaya bahwa ilmu itu lebih baik daripada adab dan ngotot bahwa ilmu dulu baru adab, padahal sudah dijelaskan landasan bahwa adab dulu baru ilmu. Ujung ujungnya nanti malah debat kusir dan kita malas untuk debat yang akan menimbulkan dosa nantinya dan lebih memilih untuk mengalah/menjauh saja, yang penting sudah dijelaskan bagaimana adab itu utama daripada Ilmu.

Syukron ustaz

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabbarakatuh

Jawaban :

Itulah terjalnya jalan dakwah Saudaraku , tetap sampaikan dengan lemah lembut. HIndari berdebat meski kita benar, karena debat akan mengeraskan hati. Langkah antum sudah benar, tugas kita menyampaikan, hidayah itu mutlak hak prerogatif Allah. jika apa yang kita sampaikan diterima artinya Allah memberi bonus pada kita, kalo tidak diterima ya gak papa, karena tugas kita memang hanya menyampaikan. Tetap istiqomah, insya Allah semua dipermudah… Tetap Semangat ya akhi …

—————————————

4. assalamualaikum ustad
saya Rayhan dari lahat Afwan ustad izin bertanya

bagaimana cara mengingatkan orang yg lebih tua dari kita untuk lebih beradab lagi sesama manusia,saya ingin mengingatkan tapi takut hati orang tersebut tersinggung dengan teguran saya dan bahkan menganggap saya kurang hajar kepada orang tersebut.lantas bagaimana cara menanggapinya ustad?

Syukron ustad

Jawaban :

Belajar teknis berkomunikasi akhi … Orang tua adalah orangtua, sifat utamanya tidak akan menerima jika diingatkan yang oleh yang lebih muda karena merasa pengalaman hidup mereka jauh lebih banyak dibandingkan kita yang muda. Ajak berbicara namun tidak terkesan menggurui, ajak dialog untuk mencoba memahami sejauh mana wawasan mereka, cari celah untuk bisa mengakrabkan diri, karena dari sana akan terbuka pintu2 komunikasi yang positif untuk saling memberi masukan. Muliakan yang Tua, Hormati yang muda. Insya Allah dengan pendekatan yang pas, memberi nasehat kepada mereka yang lebih tua juga lebih mengena… waallahu a’lam

—————————————-

Pertanyaan 5 :
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ustadz, Saya Deni dari Kaltara.

Bagaimana menyikapi orang yang terlihat berilmu tapi memandang remeh atau menjustifikasi orang lain yg berbeda pandangan dengan orang tersebut ustadz? Dewasa ini semakin marak orang2 yg memimpin ceramah, tapi isi ceramahnya banyak menyinggung kelompok yg berbeda pandangan dengan mereka. Jika ilmu mereka dilandasi dengan kesombongan lantas apakah misal saya yg belum berilmu ini diam saja ustadz? Lantaran ilmu saya belum cukup namun dirasa adab orang yg berceramah tersebut justru menimbulkan perdebatan.
Saya berusaha untuk netral dan mengambil sisi positif dari setiap ceramah yg beredar, namun malah menimbulkan kebimbangan di hati saya.
Terimakasih ustadz, mohon pencerahannya

Jawaban :

Waalaikummsalam warahmatullahi wabarakatuh akhi Deni di Kaltara … Di Tarakan kah ? Allah menciptakan telinga kita berjumlah 2 dan mulut kita 1. Artinya Allah lebih menekankan kepada diri kita untuk lebih banyak mendengar daripada berbicara. Jangan membuat konfrontasi langsung, karena yang ada justru akan menimbulkan kegaduhan. Cari tahu latar belakang yang bersangkutan, jika memungkinkan coba cari tahu alasan yang mendasari apa yang disampaikan. Bisa jadi apa yang disamapikan lebih pada keterbatasan informasi yang beliau terima. Infromasi yang tidak seimbang sehingga apa yang disampaikan justru menimbulkan keresahan. Jika kita tahu alasan yang sebenernya akan lebih mudah untuk membuka pintu dialog tentunya. Jika tetap tidak memungkinkan tetap dengarkan, ambil sisi positif yang ada, tetap bergaul namun pelan tapi pasti antum juga berdakwah meluruskan apa yang bengkok, membenarkan apa yang memang benar, dan menyalahkan apa yang memang salah … Tetap rendah hati, hindari konfrontasi, karena banyak diantara saudara kita tidak menerima informasi yang benar tentang apa yang tidak mereka mengerti.

—————————————-

Pandemic covid19 ini adalah nyata, jaga diri, jaga keluarga, patuhi protokol kesehatan yang ada. Namun sisi positifnya justru nyata, Corona membuka mata kita semua bahwa sesungguhnya betapa kecilnya kita dihadapan Allah SWT. Apa yang mau kita sombongkan dihadapaNya. Jabatan, Kekuasan, Kekayaan, semua gak ada artinya jika Allah SWT sudah berkehendak untuk mencabutnya. Cukup hanya dengan virus kecil bernama corona kita semua sudah diingatkan olehNya. Selalu Perbaiki diri, terus mendekat kepada Illahi Rabbi, demi masa depan indah yang Hakiki, di Surganya Allah suatu saat nanti.
———————-oOo———————-
PENUTUP

Marilah kita tutup majelis ilmu kita hari ini dgn membaca istighfar, hamdallah serta do’a kafaratul majelis
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين

dan istighfar

أَسْتَغفِرُ اَللّهَ الْعَظيِمْ

: Doa penutup majelis :

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ٭
Artinya:
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

~~~~~~
®Rumah Dakwah Indonesia

———————-oOo———————-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *