Boleh Lelah, Tapi Jangan Menyerah

Review anda

Notulensi Kajian Bulanan Rumah Dakwah Indonesia
~~~~~~~

Hari : Selasa, September 2020
Grup : Kajian Akhwat RDI
Muwajjih : Ustadzah Pipit
Tema : Boleh Lelah Tapi Jangan Menyerah
Admin : –
Moderator : Nadhilah Galuh
Notulen : Mustika Tanila

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
MUQADDIMAH
————————

بسم الله الر حمن الر حيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ
وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا و مِنْ َسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا
مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang masih memberikan kita nikmat iman, islam dan Al Qur’an semoga kita selalu istiqomah sebagai shohibul qur’an dan ahlul Qur’an dan dikumpulkan sebagai keluarga Al Qur’an di JannahNya..

Shalawat beriring salam selalu kita hadiahkan kepada uswah hasanah kita, pejuang peradaban Islam, Al Qur’an berjalan, kekasih Allah SWT yakninya nabi besar Muhammad SAW, pada keluarga dan para sahabat nya semoga kita mendapatkan syafaat beliau di hari akhir nanti. insyaaAllah..
Aamiin

========================
Materi :
————-
BOLEH LELAH, ASAL JANGAN MENYERAH

Bismillah…
Setiap orang pasti akan mengalami saat–saat lelah, bahkan mungkin hingga lelah sekali dengan rutinitas sehari-hari. Ketika masalah banyak tak terbendung lagi, manusia akan cenderung mengeluh.

Misalnya seorang pelajar saat tugas kuliahnya menumpuk, uang kiriman
orang tua terhambat, atau tugas akhir yang tak kunjung selesai. Kadang tanpa sadar berucap “Ya Allah, mengapa semua ini terjadi padaku?”

Atau misalnya seorang pekerja. Saat pekerjaan belum selesai, tugas pekerjaan yang menumpuk, gajian habis buat bayar utang, pulsa listrik habis, bahan-bahan pokok untuk keperluan sehari-hari habis dan sebagainya. Sehingga dalam lelahnya pun berucap “Ya Allah, mengapa semua ujian ditimpahkan kepada ku?”

Lantas apakah kita diperbolehkan untuk mengeluh atas segala ujian yang ditimpahkan kepada kita?

Jawabannya : BOLEH.
Selama keluhan itu disandarkan kepada Allah SWT. Sebagaimana dijelaskan di dalam Q.S. Al-Ma’rij ayat 19
ini :
إِنَّ الْإِنْسَانَ خُلِقَ هَلُوعًا إِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوعًا وَإِذَا مَسَّهُ الْخَيْرُ مَنُوعًا
artinya : “Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah.”

Fitrah manusia adalah berkeluh kesah. Dalam sehari sudah berapa kali mengeluh? Kita semua pasti pernah merasakan lelah dan berkeluh kesah.
Namun kondisi seperti inilah yang akan membuat kita untuk maju dan terus maju menjadi pribadi yang lebih baik.

Ubah kata lelah menjadi Lillah untuk mendapat keberkahan. Allah menyukai hambaNya yang pekerja keras dan pantang menyerah namun tetap taat kepadaNya. Dan selelah apapun kondisi kita dalam melakukan kebaikan, ketika lelah itu karena lillah ta’ala maka Allahlah yang akan menilai dan membalasnya dengan kebaikan. Semoga niat dalam hati kita selalu Allah jaga dan diluruskan hanya untuk mendapatkan ridho-Nya. Tiada harapan selain berharap kepada-Nya.
Seperti juga lelahnya kita menghadapi ujian (bahkan mungkin musibah) hanya pandemi covid 19.

Lelah menjaga protokol kesehatan…
Lelah karena usaha dan bisnis mandek…
Lelah karena beratnya mendampingi PJJ anak…
Lelah (mungkin) mengurus keluarga yang sakit…
Lelah menghadapi suami yang stress marah2 karena pekerjaannya hilang…

Dan lelah-lelah lainnya.

Maka di masa pandemi yang merupakan ujian berat jiwa dan raga ini perjuangan kita memang harus dikuatkan. Kata kuncinya JANGAN MENYERAH, karena kita tidak punya kekuatan untuk melawan virus ini. Cuma Allah SWT yang bisa menghancurkan, karena Allah juga yg menciptakan.

Sama halnya dalam berinteraksi dengan sesama manusia. Pastinya kita tidak bisa membuat mereka sesuai apa maunya kita. Hanya Allah SWT yg bisa, karena DIA lah yg menciptakan hati-jiwa-raganya.

Jadi apa intinya hidup ini?

Hidup cuma “Sekolah” tempat kita menjalani ujian. Kalau mampu kita akan naik kelas, kalau menyerah kita akan tinggal kelas.

Nah, jawaban soal ujian ini rahasia, cuma Allah yang tahu. Tapi yang pasti, jawaban yang BENAR adalah yang membuat kita makin dekat dengan Allah, makin cinta pada Allah.

Soal ujian hidup itu cuma 2 rumusnya, SABAR dan SYUKUR
Cuma 2 senjata penolongnya SHOLAT dan SABAR.

•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
REKAP TANYA JAWAB
————-
1️⃣ Imas rdi 13_14
Assalamualaikum.. ijin bertanya ustadzah,bagaimanakah utk menguatkan diri agar tetap sabar?? Dihati kecil sdh menyadari bhwa apa² yg terjadi dlm kehidupan ini adlh takdir-Nya,namun msihh sja ska marah & mengeluh.

Jawab :
Jazakillah pertanyaannya Ukhti Imas. Semoga Allah kuatkan kesabaran dan angkat segala kesulitannya.

Cara menguatkan SABAR adalah dangan SADAR.

Sadar bahwa hidup ini sementara, cuma tempat mencari bekal pulang ke akhirat. Kalau ada kebahagiaan yang Allah titipkan maka anggap sebagai hiburan. Kalau ada kesedihan yang Allah selipkan anggap sebagai ujian.

Sadar bahwa ujian yang kita hadapi jauh lebih ringan dari ujian orang2 shalih Seperti saudara2 muslim kita di Palestina, Rohingya, India, dll. Mudah2an dengan ini kita tetap bisa tersenyum menghadapi ujian.

Wallahu’alam

2️⃣ Nama : Fidya Ashabi
Asal grup : RDI 03
Pertanyaan :
Assalamualaikum, malam Ustadzah, izin bertanya. Apa amalan terbaik yang dilakukan seseorang untuk bersyukur kepada Allah atas nikmat yang telah Allah berikan kepada kita? Syukron jazakillah khair ustadzah

Jawab :
Cara bersyukur pada Allah :
1. Dengan Hati : menyadari sepenuhnya bahwa segala nikmat dan rezeki yang didapatkan semata-mata merupakan karunia dan kemurahan Allah.

2. Dengan Lisan :
Banyak berdzikir Alhamdulillah atas segala nikmat Allah

3. Dengan Tindakan
Cara syukur nikmat dengan menunjukkan dan membagi nikmat Allah tersebut pada saudara muslim yang lain.

4. Dengan merawat syukur nikmat
Menjaga nikmat Allah agar tetap bersyukur

3️⃣ Mega RDI 01
assalamu’alaikum ustadzah. sebelumnya jazaakillahu khair atas materi yang telah disampaikan. izin bertanya ustadzah. bagaimana ya ustadzah caranya agar kelelahan serta ikhtiar yang dilakukan tetap bernilai ibadah sampai pada akhirnya bisa melewati persoalan yang dihadapi?. kadang sering lupa ketika ditengah dan bahkan diakhir perjalanan. syukran ustadzah

Jawab :
Wa’alaikumussalam Ukhti.
Cara menjaga stamina iman dan jiwa salah satunya adalah dengan mendekat pada lingkungan orang-orang shalih, orang baik atau minimal orang2 produktif. Sehingga tetap terjaga dalam kebaikan dan ibadah.

4️⃣ Rina RDI 01
Assalamualaikum ustadzah.. bagaimana ketika kelelahan itu telah memuncak dan berniat mundur dr kebisingan hidup menjadi biasa² sj bahkan seperti mengharap kematian itu lebih indah berjumpa dg Robbnya.

Jawab :
Wa’alaikumussalam. Ukhti Umi rahimahullah…
Sesungguhnya Allah tidak menyukai hamba yang berputus asa dari rahmat Allah SWT, apalagi mengharap kematian. Maka tetaplah kuat menghadapi ujian meskipun hanya dengan cara “DIAM dan MENUNGGU”

Ada salah satu strategi yang bisa dilakukan saat terlibat masalah yang menurut kita nyaris buntu solusinya. Yaitu Siasat Pengalihan, maksudnya cobalah keluar sejenak dari gelanggang masalah. Bukan untuk menyerah, tapi untuk menerawang masalah. Seringkali kita lebih jernih berfikir saat berada di luar masalah tersebut.

Wallahu’alam

5️⃣ Poppy rdi 1
Life is so hard, and i am just human being, sometimes I am fed up to be patient to face my life, and think it’s not fair for us to be sad and suffer in life. But we can’t complain. This is life, Allah SWT destiny, there is nothing we can do, only SABAR. No question, maybe only sharing.. Sorry..

Once again : Nothing we can do, ONLY sabar and never give up, TRUST Allah SWT, that’s all

Answer :
Yes, Ukhti Poppy

I am absolutely agree with your notice. Well, sometimes we just need someone to listen our heart.

So found that one. And makes sure that he/she is a good moslem that will help us to stand up.
———————-oOo———————-
PENUTUP

Marilah kita tutup majelis ilmu kita hari ini dgn membaca istighfar, hamdallah serta do’a kafaratul majelis
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين

dan istighfar

أَسْتَغفِرُ اَللّهَ الْعَظيِمْ

: Doa penutup majelis :

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ٭
Artinya:
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

~~~~~~
®Rumah Dakwah Indonesia

———————-oOo———————-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *