Kita semua akan exit, semua harus siap!

Review anda

Notulensi Kajian Bulanan Rumah Dakwah Indonesia
~~~~~~~

Hari : Rabu, 9 September 2020
Grup : Kajian Akhwat RDI
Muwajjih : Ustadz Abdullah khaidir
Tema : Semua kita akan exit. semua harus siap
Moderator : Mega
Notulen : Fildzah

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
MUQADDIMAH
————————

بسم الله الر حمن الر حيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ
وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا و مِنْ َسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا
مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang masih memberikan kita nikmat iman, islam dan Al Qur’an semoga kita selalu istiqomah sebagai shohibul qur’an dan ahlul Qur’an dan dikumpulkan sebagai keluarga Al Qur’an di JannahNya..

Shalawat beriring salam selalu kita hadiahkan kepada uswah hasanah kita, pejuang peradaban Islam, Al Qur’an berjalan, kekasih Allah SWT yakninya nabi besar Muhammad SAW, pada keluarga dan para sahabat nya semoga kita mendapatkan syafaat beliau di hari akhir nanti. insyaaAllah..
Aamiin

========================
Materi :
————-
Baik….

بسم الله والحمد لله والصلاه والسلام على رسول الله اما بعد

Bapak Ibu sekalian yang saya muliakan.

Alhamdulillah Allah pertemukan kita di malam hari ini untuk sama-sama saling mengingatkan dan saling menasehati. Semoga apa yang kita lakukan diridhai Allah Subhanahu Wa Ta’ala

Tema kita pada malam hari ini memang boleh dibilang tidak populer. Biasanya orang cenderung menghindari pembicaraan tentang kematian atau yang diistilahkan dalam judul Kita exit dari kehidupan.

Seakan orang kalau bicara kematian akan mempercepat ajal atau takut ajalnya datang lebih dahulu. Padahal sebagaimana kita ketahui, ajal di tangan Allah dan Allah yang menentukan. Jika dia sudah datang maka tidak dapat ditunda dan tidak dapat dipercepat.

Maka, membicarakan kematian tidak lantas mempercepat ajal, sebagaimana tidak membicarakan kematian bukan berarti akan menunda ajal.

Yang jelas kematian itu pasti. Baik secara empiris apalagi berdasarkan Alquran dan hadis. Dan ini sesuatu yang tak perlu diperdebatkan lagi. Karena itu dalam Alquran kematian Allah sebutkan sebagai Al Yaqin, sesuatu yang diyakini.

Sebagaimana firmanNya;

وَٱعۡبُدۡ رَبَّكَ حَتَّىٰ یَأۡتِیَكَ ٱلۡیَقِینُ

[Surah Al-Hijr 99]

حَتَّىٰۤ أَتَىٰنَا ٱلۡیَقِینُ

[Surah Al-Muddaththir 47]

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَا عْبُدْ رَبَّكَ حَتّٰى يَأْتِيَكَ الْيَـقِيْنُ
wa’bud robbaka hattaa ya`tiyakal-yaqiin

“dan sembahlah Tuhanmu sampai yakin (ajal) datang kepadamu.”
(QS. Al-Hijr 15: Ayat 99)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

حَتّٰۤى اَتٰٮنَا الْيَقِيْنُ ۗ
hattaaa ataanal-yaqiin

“sampai datang kepada kami kematian.”
(QS. Al-Muddassir 74: Ayat 47)

Jazaakillah khairan… Perhatikan makna Al Yaqin dlm dua ayat diatas, langsung diterjemahkan dgn makna ajal dan kematian.

Maka yang jadi jadi masalah utama kita adalah bukan kapan kita mati, tapi bagaimanakah kematian kita?

Pertanyaan “Bagaimanakah kematian kita?” ini juga bukan sederhana dan bukan sesuatu yang mengada ada. Justru dari sinilah kita akan dapat memperbaiki dan meluruskan jalan kehidupan kita. Sebab Bagaimana kematian kita itu berkaitan erat dengan bagaimana kehidupan kita dan bagaimana kehidupan kita barometernya adalah pada bagaimana kematian kita

Tentu saja Kita semua menginginkan Husnul Khotimah atau kematian yang baik. Nah untuk mendapatkannya, banyak hal yang patut kita perhatikan. Namun saya tentu tidak ingin berbicara panjang lebar atau semua perkara.

Saya hanya ingin sampaika tiga point;

Pertama; Hidup kita tidak dinilai pada sampai mana jarak tempuh yang telah kita lalui. Akan tetapi dinilai pada apakah kita di track yg benar atau tidak?

Perkara Apakah perjalanannya jauh atau belum, tdk menentukan. Yang menentukan jalurnya benar atau tidak.

Ibarat orang lomba lari, walau dia sdh lari puluhan kilometer namun tracknya salah maka tidak dinilai. Tapi walau dia baru hanya beberapa ratus meter namun tracknya bener dia akan dinilai.
Makanya kita sangat diperintahkan untuk berada dalam track yang benar. Inilah yang disebut dengan صراطي jalanKu kata Allah, maka peganglah jalan ini kuat-kuat…

وَأَنَّ هَـٰذَا صِرَ ٰ⁠طِی مُسۡتَقِیمࣰا فَٱتَّبِعُوهُۖ وَلَا تَتَّبِعُوا۟ ٱلسُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمۡ عَن سَبِیلِهِۦۚ ذَ ٰ⁠لِكُمۡ وَصَّىٰكُم بِهِۦ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ
[Surah Al-An’am 153]

Ketika membaca ayat ini, Rasulullah saw membuat satu garis lurus lalu dia mengatakan inilah jalan Allah. Lalu dia membuat lagi garis-garis kecil di kiri kanannya lalu dia mengatakan inilah jalan-jalan selain jalan Allah. Di setiap jalan tersebut ada setan yang memanggil untuk masuk ke jalannya (HR. Ahmad, Nasai, dll)

Kedua: Karena penentu nilai kehidupan kita di sisi Allah adalah pada bagaimana kematian kita, maka hanya ada dua pilihan ;

Kalau kita berada dalam kebaikan dan amal saleh, maka jangan sombong seakan-akan surga sudah ditangan. Betapa banyak orang yang tergelincir Setelah dia berada dalam kebaikan. Karena dia tdk waspada dan terjebak pada kesombongan.

Sebaliknya jika dia berada dalam kemaksiatan, terjerumus di dalamnya, maka jangan berputus asa dari rahmat Allah. Betapa banyak orang-orang yang sebelumnya tenggelam dalam arus kemaksiatan namun dia segera memperbaiki dirinya walau di penghujung kehidupannya, Namun apabila dia mati membawa keimanan, maka dia akan membawa kebaikan serta terhapus segala keburukan. Dan itu adalah akhir yang baik.

Ketiga; Setiap manusia pada akhirnya akan kembali kepada Allah setelah kematiannya, maka orang yang beruntung adalah orang yang sudah kembali kepada Allah sebelum kematiannya.

یَـٰۤأَیُّهَا ٱلۡإِنسَـٰنُ إِنَّكَ كَادِحٌ إِلَىٰ رَبِّكَ كَدۡحࣰا فَمُلَـٰقِیهِ

[Surah Al-Inshiqaq 6]

Jangan sampai keinginannya untuk kembali kepada Allah baru hadir disaat segala sesuatunya tidak berguna.

Usia yang masih Allah berikan sekarang kepada kita, sesungguhnya tak lain merupakan kesempatan yang Allah berikan bagi kita untuk segera kembali kepada Allah tanpa….Wallahu a’lam

REKAP TANYA JAWAB
————-
01. ummu fatum
Ustd ijin bertanya ttg hadist

Diriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ يَتَمَنَّيَنَّ أَحَدٌ مِنْكُمُ المَوْتَ لِضُرٍّ نَزَلَ بِهِ، فَإِنْ كَانَ لاَ بُدَّ مُتَمَنِّيًا لِلْمَوْتِ فَلْيَقُلْ: اللَّهُمَّ أَحْيِنِي مَا كَانَتِ الحَيَاةُ خَيْرًا لِي، وَتَوَفَّنِي إِذَا كَانَتِ الوَفَاةُ خَيْرًا لِي

“Janganlah salah seorang di antara kalian berangan-angan untuk mati karena musibah yang menimpanya. Kalau memang harus berangan-angan, hendaknya dia mengatakan, “Ya Allah, hidupkanlah aku jika kehidupan itu baik untukku. Dan matikanlah aku jika kematian itu baik bagiku.” (HR. Bukhari no. 6351, 5671 dan Muslim no. 2680)
Berarti jika seseorang sdh mrasa di titik yang buntu n berserah boleh berdoa seperti

Jawab:
Hadits ini terkait dgn musibah, jika dia mengalami sakit yg berat dan terasa tak kuat menanggungnya… boleh berdoa demikian… itu bukan berdoa berharap kematian… tapi berharap dipilihkan yg terbaik oleh Allah taala.

~ Klo merasa terlalu penat menghadapi cobaan yang tak kunjung habis nya… Tidak boleh ya tadh?

Jawab:
Merasa berat hadapi ujian itu wajar, namun yang tidak boleh adalah putus pengharapan atau hilang kendali…

02. Rina RDI 01
Assalamualaikum ustadz Afwan ijin bertanya.. bagaimana menyiapkan kematian yang berujung bahagia bisa berjumpa dengan Robb..karena yang dikhawatirkan bagaimana ujung akhir kematian kita..apakah kita bertaubat atau sedang maksiat

Jawab:
Husnuzhan kepada Allah.
Taat beramal,
jangan merasa aman dalam maksiat.
Cari pergaulan saleh.
Banyak berdoa minta husnul khatimah.

03. Popi RDI 1, assalamu’alaikum Ustadz, ada yg sudah bertobat, tapi masih merasa takut Allah tak akan menerima tobatnya, bahkan berharap lebih baik cepat mati daripada terjerumus lagi ke dosa yang lalu. Sangat takut Allah murka dan menghukum di dunia, alam kubur dan akhirnya masuk neraka so horrible

How to make this feeling gone Ustadz?

Jawab:

Menyesali dosa bagian dari taubat, tapi jangan tenggelam menjadi waswas, dihantui rasa takut. Karena di sana ada roja, harap akan kasih sayang Allah kpd ahli taubat. Takut kpd murka Allah juga mulia, tapi jangan menghalangi aktifitas2 kebaikan dan ketenangan dalam kehidupan. Sikap kita harus berimbang, antara khouf dan roja, antara takut dan harap.

~Cobaan, musibah dan hukuman, where the different?

Jawab:
Cobaan lebih umum, musibah bagian dari cobaan. Kesehatan dan keuntungan juga bagian dari cobaan. Bersyukur apa tidak. Kalau hukuman adalah keburukan yang diterima seseorang saat dirinya jauh dari Allah, tapi ini tidak mesti,bisa saja hukumannya Allah tunda hingga hari kiamat…
———————-oOo———————-
PENUTUP

Marilah kita tutup majelis ilmu kita hari ini dgn membaca istighfar, hamdallah serta do’a kafaratul majelis
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين

dan istighfar

أَسْتَغفِرُ اَللّهَ الْعَظيِمْ

: Doa penutup majelis :

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ٭
Artinya:
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

~~~~~~
®Rumah Dakwah Indonesia

———————-oOo———————-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *