Makin Kaya, Selayaknya Makin Taqwa

Review anda

Hari : Jum’at / 11 September 2020

Grup : Ikhwan
Muwajjih : Ustadz Suwanto, Lc., M.Pd.
Tema : Makin Kaya, Selayaknya Makin Taqwa
Moderator : Beni
Notulen : Abu Qaisheer

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

MUQADIMAH
————————

بسم الله الر حمن الر حيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ
وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا و مِنْ َسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا
مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang masih memberikan kita nikmat iman, islam dan Al Qur’an semoga kita selalu istiqomah sebagai shohibul qur’an dan ahlul Qur’an dan dikumpulkan sebagai keluarga Al Qur’an di JannahNya..

Shalawat beriring salam selalu kita hadiahkan kepada uswah hasanah kita, pejuang peradaban
Al Qur’an berjalan, kekasih Allah SWT yakninya nabi besar Muhammad SAW, pada keluarga dan para sahabat nya semoga kita mendapatkan syafaat beliau di hari akhir nanti. InsyaaLlah..
Aamiin

========================

MATERI

Makin Kaya, Selayaknya Makin Taqwa
Suwanto, Lc., M.Pd.

الحمد لله رب العالمين . اللهم لك الحمد على نعمة الإسلام والايمان .ولك الحمد أن جعلتنا من أمة محمد عليه  الصلاة والسلام. وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له . وأشهد أن محمدا عبده ورسوله. اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين

Pengertian Taqwa

Orang bertaqwa adalah orang yang membuat penghalang dirinya dari azab Allah dengan melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya.

Ali bin Abi Talib RA mengatakan :
التقوى هي الخوف من الجليل ، والعمل بالتنزيل ، والقناعة بالقليل ، والإستعداد ليوم الرحيل
“Taqwa adalah takut kepada Allah yang Maha Mulya, Menjalankan (perintah2 Allah yg diturunkan (dalam al-Qur’an), menukupkan diri dengan yg sedikit, menyiapkan diri untuk hari akhir”

Abu Hurairoh RA mengatakan ketika ditanya tentang taqwa, beliau bertanya, pernahkah kamu jalan di jalan berduri? Orang tadi menjawab : ya,
“Apa yang kau lakukan?
“Kalau ketemu duri, aku hindari, atau lompati”
“Itulah taqwa”.

Pengertian kaya

Menurut KBBI kaya adalah mempunyai banyak harta.
Sedangkan dalam pandangan Islam; orang kaya adalah orang yg kaya jiwanya.

Rasulullah SAW bersabda :
لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ ، وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ
“Kaya itu bukan banyak harta, tapi kaya adalah orang yg kaya jiwanya”.

Ibn Batthal mengatakan :
“hakekat kaya bukan banyak harta, karena banyak orang yang diberikan Allah keluasan harta, tapi tidak qona’ah dg apa yg sudah diberikan, sehingga terus menerus mengejar yg lebih banyak, sehingga seprti orang faqir karna ketamakannya”

Agar kekayaan menyebabkan ketaqwaan maka :

1. Mohonlah agar Allah berikan qona’ah terhadap apa yang Allah anugerahkan

Rasulullah mengajarkan do’a :

اللَّهُمَّ اكْفِنِى بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَأَغْنِنِى بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

“Ya Allah, cukupkanlah aku dengan kehalalanMu sehingga tidak memerlukan keharamanMu, dan jadikanlah aku kaya sehingga tidak butuh kepada selain-Mu”.

Orang kaya yang qonaah tidak akan khawatir jatuh dalam kefaqiran saat menginfaqkan hartanya di jalan Allah.

2. Ingat beratnya hisab di hari qiyamat,

Karena semakin banyak nikmat Allah, yg diberikan di dunia, semakin banyak yg harus dipertanggungjawabkan.
Agar meringankan jadikan kekayaan sebagai sumber ketaqwaan.

3. Yakini betul bahwa semakin kaya, semakin terbuka baginya pintu2 kebaikan yg menyebabkan ketaqwaan.

Pada suatu hari, serombongan fakir miskin dari golongan Muhajirin datang mengeluh kepada Rasulullah SAW. “Ya Rasulullah,” kata seorang dari mereka, “Orang-orang kaya telah memborong semua pahala hingga tingkatan yang paling tinggi sekalipun.”

Nabi SAW bertanya, “Mengapa engkau berkata demikian?”

Lalu, ia pun berujar, “Mereka shalat sebagaimana kami shalat. Mereka puasa sebagaimana kami puasa. Namun, giliran saat mereka bersedekah, kami tidak kuasa melakukan amalan seperti mereka. Mereka memerdekakan budak sahaya, sedangkan kami tidak memiliki kemampuan untuk melakukan itu.”

Setelah mendengar keluhan orang fakir tadi, Rasulullah SAW tersenyum lantas berusaha menghibur para fakir itu dengan sebuah hadis motivasi.

Beliau bersabda untuk berusaha membesarkan hati mereka. “Wahai sahabatku, sukakah aku ajarkan kepadamu amal perbuatan yang dapat mengejar mereka dan tidak seorang pun yang lebih utama dari kamu kecuali yang berbuat seperti perbuatanmu?”

Dengan sangat antusias, mereka pun menjawab serentak, “Tentu, ya Rasulullah.”

Kemudian, Nabi SAW bersabda, “Bacalah ‘subhanallah’, ‘Allahu akbar’, dan ‘alhamdulillah’ setiap selesai shalat masing-masing 33 kali.” Setelah menerima wasiat Rasulullah SAW, mereka pun pulang untuk mengamalkannya.

Tak lama berselang, setelah beberapa hari berlalu, para fakir miskin itu kembali menyampaikan keluhannya kepada Rasulullah SAW. “Ya Rasulullah, saudara-saudara kami orang kaya itu mendengar perbuatan kami, lalu mereka serentak berbuat sebagaimana perbuatan kami.”

Maka, Nabi SAW bersabda, “Itulah karunia Allah SWT yang diberikan kepada siapa saja yang Ia kehendaki.”

Sabda itu merupakan petikan dari Alquran surah an-Nur ayat 38. Artinya secara lengkap sebagai berikut, “(Mereka melakukan itu) agar Allah memberi balasan kepada mereka dengan yang lebih baik daripada apa yang telah mereka kerjakan, dan agar Dia menambah karunia-Nya kepada mereka. Dan Allah memberi rezeki kepada siapa saja yang Dia kehendaki tanpa batas.”

4. Sadari bahwa belum tentu kaya terus menerus, segera lakukan kebaikan dengan kekyaan, sebelum dicabut oleh yang Maha Pemberi.

Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
REKAP TANYA JAWAB

Pertanyaan 1 :
Abu Qaisheer – Padang
Rdi 5
Pertanyaan :

Bismillahirrahmanirrahim,

Assalamualaikum warahmatullahi wabbarakatuh,

Ustaz,

Apakah kita boleh mengatakan bahwa saya harus kaya dalam meraih harta di dunia dan bekerja keras untuk meraih kekayaaan dengan tujuan agar nanti bisa membantu sesama / umat dengan harta benda yang diperoleh ini??

Wassalamu’alaikum warahmatullahi

Jawab :

Wa alaikumussalam.
Boleh. Yang penting kekayaan bukan tujuan, tetapi wasilah, untuk bisa berbuat kebaikan lebih banyak.

Pertanyaan 2 :
Rahmat Dani – Medan
RDI 12
Pertanyaan :

Bismillahirrahmanirrahim,

Assalamualaikum warahmatullahi wabbarakatuh,

Ustadz,

Ada yg beranggapan bahwa qana’ah itu identik dgn kondisi yg semuanya serba pas-pasan, tidak perlu banyak harta.
Jadi saat ada yg menawarkan kepadanya suatu usaha agar jd lebih baik kondisi ekonomi nya, dia tidak mau..
Apakah implementasi dari sikap qana’ah yg ditunjukkan org itu sudah benar??

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Jawaban :

Qonaah bukan berarti miskin.
Orang kaya tetap harus qonaah, sebagaimana orang miskin lebih butuh qonaah.
Qonaahnya orang miskin dg sabar qonaahnya orang kaya dg bersyukur,
Tapi semua wajib ikhtiar mencari harta dg cara yg benar.

———————-oOo———————-
PENUTUP

Marilah kita tutup majelis ilmu kita hari ini dgn membaca istighfar, hamdallah serta do’a kafaratul majelis
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين

dan istighfar

أَسْتَغفِرُ اَللّهَ الْعَظيِمْ

: Doa penutup majelis :

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ٭
Artinya:
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

~~~~~~
®Rumah Dakwah Indonesia

———————-oOo———————-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *