Mendidik Anak Tidak Bisa Mendadak

5 (100%) 1 vote

Hari : Rabu / 23 September 2020

Grup : Ikhwan
Tema : *Mendidik Anak Tidak Bisa Mendadak*
Muwajih : *Bayu Shubrata*
Moderator : Deni
Notulen : Abu Qaisheer

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

*MUQADIMAH*
————————

بسم الله الر حمن الر حيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ
وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا و مِنْ َسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا
مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang masih memberikan kita nikmat iman, islam dan Al Qur’an semoga kita selalu istiqomah sebagai shohibul qur’an dan ahlul Qur’an dan dikumpulkan sebagai keluarga Al Qur’an di JannahNya..

Shalawat beriring salam selalu kita hadiahkan kepada uswah hasanah kita, pejuang peradaban
Al Qur’an berjalan, kekasih Allah SWT yakninya nabi besar Muhammad SAW, pada keluarga dan para sahabat nya semoga kita mendapatkan syafaat beliau di hari akhir nanti. InsyaaLlah..
Aamiin

========================

*

*Mendidik anak tidak bisa mendadak*

Ini menjadi hal yang penting bahwa mendidik anak itu membutuhkan waktu dan proses, tidak bisa instan seperti kita membuat mie instan.

Ada 3 point’ awal tentang anak yang perlu kita sepakati :

1) Anak amanah dari Allah yang mana nanti akan dipertanggungjawabkan kepada Allah

2) Anak adalah titipan, yang menitipkan adalah Allah yang menciptakan anak tersebut, jikalau ada takdirnya si anak ini tidak bersama kita, kita harus iklash karena ini titipan

3) Anak adalah generasi penerus oleh karena itu, keberlangsungan si anak merupakan kewajiban bagi kita orang tua untuk meneruskan cita cita kita sebagai hamba Allah yeng berujung kepada Surga Allah

selanjutnya bahwa mendidik anak memang tidak bs mendadak, ini perlu kita sadari juga bahwa Alloh sudah mengajarkan tentang proses penciptaan manusia itu juga tidak bisa mendadak.

pun dengan penciptaan alam semesta ini juga tidak mendadak
walaupun Alloh Al Aziz sangat bs mendadak…
cukup kun fayakun maka ada

Mulai dari mana pendidikan pada anak itu diberikan?
sejak masih jomblo…
yakni dengan menjadi pribadi-pribadi yang shaleh.Maka ikhtiar ishlahun nafs, upaya-upaya perbaikan diri, meningkatkan kualitas pribadi menjadi kewajiban.
Ia adalah calon suami, calon ayah

Mendidik pribadi meningkatkan kualitas diri adalah tahapan pertama dalam proses mendidik anak, jadi kita melakukan upaya upaya ikhtiar pribadi supaya diri kita kualitas meningkat menjadi lebih baik dari setiap waktu karena ini penting sebelum kita mendidik keluarga kita anak-anak kita dengan mendidik diri kita dengan perbaikan kualitas diri dan ini adalah tahap awal dari mendidik yang berkelanjutan.

itu juga tahap persiapan menuju tahap membentuk keluarga muslim,dimana disana ada tugas mendidik anak tentunya

*وَلْيَخْشَ ٱلَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا۟ مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعٰفًا خَافُوا۟ عَلَيْهِمْ* فَلْيَتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلْيَقُولُوا۟ قَوْلًا سَدِيدًا

*Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka.* Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.
(QS An-Nisa’:9)

2 ayat di atas adalah alasan kita untuk serius mendidik anak

وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنۢ بَنِىٓ ءَادَمَ مِن ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ *أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ ۖ قَالُوا۟ بَلَىٰ ۛ شَهِدْنَآ* ۛ أَن تَقُولُوا۟ يَوْمَ ٱلْقِيٰمَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هٰذَا غٰفِلِينَ

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): *”Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”.* (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”,
(QS Al-A’raf:172)

Kemudian berangkat dari basik, anak harus punya basik iman semenjak anak itu dalam kandungan, dan kita perlu memahami tahapan mendidik anak sesuai dengan usia anak, beberapa kajian tentang anak, itu membagi beberapa tahap :

1) Usia 0-2 tahun
2) Usia 3-6 tahun
3) Usia 7-10 tahun
4) Usia 11-14 tahun
5) Usia di atas 15 tahun

Tahapan ini untuk memudahkan kita, dimana anak ini memang tidak bisa mendadak menjadi anak yang Sholeh, ini butuh waktu dan proses dan tentu saja kita harus bersabar dalam menjalani tugas dan kewajiban mendidik anak.

Jadi, mamang perlu perencanaan, ada planing ada time table yang terukur, bagaimana kita mendidik anak, memantau tumbuh kembang nya baik fisik dan mental,kita disini mengenal namanya Akil baliqh, keseimbangan tumbuh fisiknya dan kembang mentalnya.

Jadi, bagi kita yang sudah memiliki beberapa anak dengan usia yang berbeda itu tentu saja perlakuan yang tidak Sama antar anak tersebut,
Usia 0-6 kita sering disebut golden age ( usia emas ), pada usia ini indera yang sangat berkembang itu adalah pendengaran yang paling berkembang, memperbanyak memperdengarkan kalimat kalimat baik, Al Qur’an ,syukur syukur ayah atau ibunya yang membacakan Al Qur’an, sianak ini mendengarkan dari orang tuanya, dan hal permainan yang buat anak bergembira dan bahagia.

Dan sejak itulah tugas mendidik itu sudah berlangsung anak itu berusia 4 bulan di kandungan dengan perbanyak diperdengarkan Al Qur’an.

Kita bisa mencontoh bagaimana Ibu dari Imam As Syafi’i rutin mengatamkan Al Qur’an atau meminta ayah dari anak yang akan menjadi imam Mazhab untuk mengkhatamkan Al Qur’an di perut isterinya.

Ini adalah modal awal kita untuk mendidik anak.

👆🏼saya yakin kita semua sepakat bahwa anak sholeh adalah kategori anak yang kita tuju…
dan ni akan kita baca dalam doa pasca sholat² kita.

bahkan per hari ni,bagi Anda para jomblowan meskipun Anda blm menikah
Kembali sbentar ke bahasan di atas,bahwa ishlahunnafs juga bagian penting dr mendidik anak
maksud saya dengan selalu memperbaiki diri maka in sha Alloh para ikhwan yang masih solo akan segera dapat jodoh yang sekufu.

Dan yang tidak kalah penting, bahkan ini menjadi kunci adalah keteladanan, bahwa saat kita mendidik anak ada contoh, dan ini ada di anak usia 7 tahun ke atas, mereka perlu ada contoh atau model yang nyata dari pendidikan yang mereka dapatkan, kita mendidik anak supaya rajin membaca Al Qur’an, berarti anak harus banyak melihat kita membaca Al Qur’an bukan handphone, faktor inilah yang menjadi kunci kita dalam mendidik anak.

Dan terakhir adalah kita juga perlu memiliki rujukan atau model orang’ tua keluarga yang mendidik anak yang baik dengan profesional dan islami, kalau di Al Qur’an kita sudah familiar dengan ayah Lukmanul Hakim. Disana ayah Lukman ini mendidik anak dengan sangat baik, menanamkan aqidah dari awal, kemudian juga Rasulullah Sallallahualaihiwassalam, bagaimana Rasul mendidik putra putrinya bahkan mendidik cucunya ketika bersama,

Di era kekinian banyak kita dapat referensi, seorang ayah dan ibu mendidik anak anaknya menjadi penghafal Al Qur’an, seorang ibu mendidik anaknya menjadi generasi mandiri di usia yang sangat belia.

Referensi ini sangat penting dan perlu, agar kita dapat mengikuti pola, tips atau cara cara uang baik kita mendidik anak.

in sha Alloh itu dulu yang bisa saya sampaikan
Selanjutnya kiya bisa kembangkan dalam diskusi & berbagi pengalaman

Mohon maaf untuk segala kekurangan
al ‘fwu minkum

Wassalamualaikum warahmatullahi wabbarakatuh

————————————-

*TANYA JAWAB*

*Pertanyaan 1*

assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu ustad,Afwan ustad izin bertanya,sebelumnya Afwan ana belum menikah dan masih dibawah umur tetapi ana memiliki adik yg masih SD kelas 1,kan ustad tadi berkata bahwa harus menanamkan aqidah dari awal,lalu bagaimana menanamkan aqidah pada saat umur2 seperti adik ana? yg dimana adik ana itu melawan dengan ortu atau sering sekali emosinya tak terkontrol pada saat ana ajak main

*Jawaban :*

usia 7 th ya..
tanamkan aqidah dg pendekatan sesuatu yang dia sukai…
misal dia lg suka main layang²…
saat layangan melambai² di langit,bisa sambil ngobrol,misal
“kenapa layang² bisa terbang ya?”
“Apa yang membuat layang² bisa terbang?”

dia akan jawab;angin
lalu angin bergerak karena apa?
karena Alloh Ar Rahman
dst

*Pertanyaan 2*

afwan ustadz izin bertanya, anak kecil rentan dg ganguan jin,setan dan sejenisnya…
gimana caranya melindungi anak dari ganguan tersebut 🙏

*Jawaban :*

mulai latih anak wudhu sblm tidur
kan nanggung tuh klo cm sikat gigi,cuci kaki 🤗
lalu baca doa tidur plus surah Al Falaq,An Naas & Al ikhlas
klo si anak blm hafal ayat kursyi bs dibacakan

*Pertanyaan 3*

Izin bertanya Ustadz :

Saya belum menikah ustadz, namun kelak saya berkeinginan ketika punya anak, anak yg berilmu sehingga sukses dunia akhirat. Mohon rekomendasi Ustadz jika menyekolahkan anak lebih baik negeri atau swasta yg basis ilmu agamanya kuat atau bahkan pondok, lalu jika disekolah kan disekolah Islam. Sampai usia berapa ya, untuk kemudian meneruskan ke negeri. Mengingat sekolah negeri dan meneruskan kuliah batu loncatan untuk meraih cita2 anak 🙏

*Jawaban :*

ni versi sy yaa🙏🏼
sekolah islam sj,SD nya
pasca itu bs ponpes
skrg yg modern kn banyak
smoga bs lanjut ke LN


———————-oOo————
———-
*PENUTUP*

Marilah kita tutup majelis ilmu kita hari ini dgn membaca istighfar, hamdallah serta do’a kafaratul majelis
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين

dan istighfar

أَسْتَغفِرُ اَللّهَ الْعَظيِمْ

: Doa penutup majelis :

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ٭
Artinya:
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

~~~~~~~~~~~~~~
®Rumah Dakwah Indonesia

———————-oOo———————-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *