Work From Heart

Review anda

Hari : Senin / 5 Oktober 2020

Grup : Ikhwan
Tema : *Work From Heart*
Muwajih : *Ustaz Kaspin*
Moderator :
Notulen : Abu Qaisheer

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

*MUQADIMAH*
————————

بسم الله الر حمن الر حيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ
وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا و مِنْ َسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا
مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang masih memberikan kita nikmat iman, islam dan Al Qur’an semoga kita selalu istiqomah sebagai shohibul qur’an dan ahlul Qur’an dan dikumpulkan sebagai keluarga Al Qur’an di JannahNya..

Shalawat beriring salam selalu kita hadiahkan kepada uswah hasanah kita, pejuang peradaban
Al Qur’an berjalan, kekasih Allah SWT yakninya nabi besar Muhammad SAW, pada keluarga dan para sahabat nya semoga kita mendapatkan syafaat beliau di hari akhir nanti. InsyaaLlah..
Aamiin

========================

Bekerja dari hati pengertian sederhananya adalah bekerja dengan tulus ikhlas atau dalam pengertian lain bekerja secara ihsan atau professional
Ini memang tuntutan Agama agar kita senantiasa bekerja dengan hati atau ihsan
Karena bekerja bagi kita adalah pelayanan
Bekerja harus dimaknai sebagai partisipasi kehambaan
Partisipasi kita melayani hamba hamba Allah yg lain jadi apapun itu, petani, pedagang, nelayan, tukang nyepam, tukang insinyur, tukang sayur sampai pejabat itu adalah bentuk partisipasi
Jadi kita ga akan stress karena harapan kita bukan duit
Sebab rezeki sudah Allah atur sedemikian
Jadi kembali lagi kepada hati kita, keyakinan kita
Allah telah menetapkan bahwa segala hal harus memiliki pondasi ihsan,
إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ الإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ
“Sesungguhnya Allah menetapkan ihsan atas segala sesuatunya” (HR Muslim)
[6/10 17.38] Abu Qaisheer: Ihsan sebagaimana dijabarkan terdiri dua macam: dalam hubungan kepada Allah, dan hubungan kepada makhluk. Diterangkan bahwa ihsan terhadap Allah artinya beribadah kepada-Nya seolah-olah melihat atau merasa diawasi oleh-Nya. Adapun ihsan terhadap makhluk adalah dengan menunaikan hak-haknya. Dengan demikian dalam pekerjaan, ihsan berarti memenuhi hak pemberi kerja (perusahaan), pekerja (karyawan), rekan, pelanggan, serta para stakeholder lain sesuai bidang pekerjaan tersebut.
[6/10 17.38] Abu Qaisheer: Demikianlah Islam mengajarkan setiap diri untuk tidak asal bekerja apalagi bekerja asal-asalan. Seorang muslim harus meyakini bahwa pekerjaannya dilihat oleh Allah dan diharapkan kontribusi manfaatnya terhadap sesama
وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ
“Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu” (At-Taubah 105),
bahwa hal itu merupakan amanat yang harus ditunaikan dan tidak disia-siakan
وَالَّذِينَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ
“Dan orang yang memelihara amanat-amanat dan janjinya” (Al-Mu’minun 8),
harus bersungguh-sungguh mengerahkan upaya dan kemampuan tanpa bermalas-malasan atau berleha-leha
وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ
“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik” (Al-Ankabut 69),
juga harus menceburkan diri untuk mencintai pekerjaan yang dipilihnya/dijalaninya dan menemukan passion di dalamnya. Pada akhirnya semoga pekerjaan itu menjadi wasilah untuk memperoleh kehidupan yang baik serta jalan menggapai ridha Allah.
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
“Barangsiapa yang mengerjakan amal baik, laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (An-Nahl 97)
————————————-

*TANYA JAWAB*

*Pertanyaan 1*

eemm Afwan ustadz ana ingin bertanya nih🤭 ustadz misal kita diberi kepercayaan untuk menjalankan tugas(perkerjaan) menjadi ketua donasi misal ustadz ya dan kita itu enjoy ustadz menjalani amanah tersebut tapi disisi lain ketika kita menikmati perkerjaan itu pasti ada aja terlintas “saya ini bakal diingat dengan orang banyak” “saya akan terkenal dengan kebaikan saya” dll ustadz,nah padahal pertama sekali kita itu sudah enjoy ustadz tapi ada aja,pertanyaannya bagaimana cara menghilangkan pikiran² itu ustadz🤭

*Jawaban :*

Ya gapapa, wajar mikir gitu, wajar juga ada keinginan gitu yg penting tidak terucap dan jadi ganjalan. Kembali perbaiki niat

*Pertanyaan 2*

Assalamualaikum Ustadz,
Mhn ijin bertanya🙏
1. Bgmn cara agar sll menumbuhkan sikap tawadhu thdp tugas yg sdh kita selesaikan?
2. Bgmn agar kita bs membedakan spti apa penghambaan dlm bekerja kpd hamba hamba Allah yg lain dan penghambaan kepada Allah? Khawatir berlebihan dlm menghamba kpd hamba Allah yg lain Ustadz🙏

*Jawaban :*

Mas Agus yg baik
1. Tawadhu artinya rendah hati, jadi ini sikap hati. Adapun gestur ini bisa berbagaimacam persepsi. Maka hati hati menjaga hati.

2. Bedainnya tanya hati sendiri. Adapun kepada orang lain kita ga tau isi hatinya. Yg kita kedepankan adalah sangka baik atau husnuzhon.

*Pertanyaan 3*

pertanyaan ketiga dari akh arif

Assalamualaikum ustadz ijin bertanya .. bagaimana mengatasi hati yg dongkol akibat kerja keras kita tidak dihargai oleh atasan.

*Jawaban :*

Mas Arif yg baik…itulah kita ga bisa mengendalikan komen orang lain. Kalau selalu ingin sesuai keinginan kita maka kita kerjakan sendiri komentari sendiri. Kalau atasan kurang menghargai maka kita jangan berharap penghargaan. Kerjakan saja. Ikhlas.
Jadi takkan ada perasaan mendongkol yg ga perlu

Pertanyaan 4 :

Afwan ustadz ada yg bertanya via wapri dari salah satu anggota yg berada di grub kajian
1.kalo pekerjaan calo halal kah
2.Hukum kalo yg bekerja istri bukan suami gmn menurut Islam

Jawaban :
1. Kerja sebagai calo/makelar/nara hubung…hukumnya halal dan penghasilan darisitu halal. Calo adalah tugas mulia mempertemukan penjual dan pembeli. Cukupkan diri kita dg yg halal. Manipulasi adalah penipuan, penipuan haram hukumnya.

2. Suami harus kerja, namun karena kondisi istri juga boleh kerja dengan berbagai syarat dalam agama.

Pertanyaan 5 :
pertanyaan kelima dari akh Arif
Afwan ustadz bertanya lagi.. berapa lama waktu yg disarankan untuk kita tetap berkerja di perusahaan sekarang.. sebagai cth sudah berkerja 10th namun tidak ada kemajuan dalam hidup apakah sudah waktunya resign dan mencari kerja di tempat lain

Jawaban :
Mas Arif yg baik…itu tergantuk si mas, konsultasikan kepada ibu, istri dan keluarga. Jika belum ada kerjaan lain saran saya jangan lompat dulu.


———————-oOo————
———-
*PENUTUP*

Marilah kita tutup majelis ilmu kita hari ini dgn membaca istighfar, hamdallah serta do’a kafaratul majelis
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين

dan istighfar

أَسْتَغفِرُ اَللّهَ الْعَظيِمْ

: Doa penutup majelis :

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ٭
Artinya:
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

~~~~~~~~~~~~~~
®Rumah Dakwah Indonesia

———————-oOo———————-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *