Banyaknya oknum pembela kekuasaan dzalim

Review anda

Tanggal : 18 Oktober 2020
Grup : Ikhwan
Tema : *Banyaknya oknum pembela kekuasaan dzalim*
Muwajih : *Ustadz Dodi *
Moderator : Ray
Notulen : Abu Qaisheer

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

*MUQADIMAH*
————————

بسم الله الر حمن الر حيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ
وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا و مِنْ َسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا
مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang masih memberikan kita nikmat iman, islam dan Al Qur’an semoga kita selalu istiqomah sebagai shohibul qur’an dan ahlul Qur’an dan dikumpulkan sebagai keluarga Al Qur’an di JannahNya..

Shalawat beriring salam selalu kita hadiahkan kepada uswah hasanah kita, pejuang peradaban
Al Qur’an berjalan, kekasih Allah SWT yakninya nabi besar Muhammad SAW, pada keluarga dan para sahabat nya semoga kita mendapatkan syafaat beliau di hari akhir nanti. InsyaaLlah..
Aamiin

========================

Temanya yang diangkat adalah tema yang bisa masuk kategori kekinian

Apapun yang sudah disampaikan 1400 tahun lalu

Baik melalui dalil tertinggi → Al Quran dan dalil as sunnah

Tidak ada keraguan untuk tidak terjadi

Menyikapa apa yang sudah disampaikan, maka kita hanya memberikan pengelompokkan kepada 2 kelompok besar :

1. Sudah terjadi
2. Belum terjadi

Yang sudah dan belum, sudah disampaikan berabad abad yang lalu dan kita harus *MEYAKINI* akan *KEBENARANNYA* dan tidak boleh sedikitpun ragu akan hal ini

Apakah materinya masuk ke dalam kondisi kekinian jaman now?

والله أعلم بالصواب

Kita hanya menyajikan apa yang memang sudah tersurat dan tersirat

Bismillah
📗 Banyaknya di Akhir Zaman Oknum Pembela Penguasa Zhalim
📱 Kajian Tematik
.
.
Al-Imam Ahmad rahimahullah meriwayatkan dari Abu Umamah Radhiyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
.
‎يَكُونُ فِي هَذِهِ اْلأُمَّةِ فِي آخِرِ الزَّمَانِ رِجَالٌ -أَوْ قَالَ: يَخْرُجُ رِجَالٌ مِنْ هَذِهِ اْلأُمَّةِ فِـي آخِرِ الزَّمَانِ- مَعَهُمْ أَسْيَاطٌ كَأَنَّهَا أَذْنَابُ الْبَقَرِ يَغْدُونَ فِي سَخَطِ اللهِ وَيَرُوحُونَ فِي غَضَبِهِ.
.
“Akan ada pada umat ini di akhir zaman orang-orang -atau beliau bersabda, ‘Akan keluar beberapa orang dari umat ini di akhir zaman-, mereka membawa cambuk-cambuk bagaikan ekor sapi, mereka pergi di pagi hari dengan kemurkaan Allah dan pulang pada sore hari dengan kemarahan-Nya.”
.
Pada riwayat ath-Thabrani dalam al-Kabiir:
.
‎سَيَكُوْنُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ شُرْطَةٌ يَغْدُوْنَ فِـي غَضَبِ اللهِ، وَيَرُوْحُوْنَ فيِ شَخَطِ اللهِ، فَإِيَّاكَ أَنْ تَكُوْنَ مِنْ بِطَانَتِهِمْ.
.
“Akan ada di akhir zaman para penegak hukum yang pergi dengan kemurkaan Allah dan kembali dengan kemurkaan Allah, maka hati-hatilah engkau agar tidak menjadi kelompok mereka.”
.
Telah datang ancaman dengan Neraka bagi kelompok manusia seperti ini, yaitu mereka yang menganiaya (menyiksa) kaum muslimin tanpa alasan. Al-Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, beliau berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘aliahi wa sallam bersabda:
.
‎صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّـارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَـرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ…

‘Ada dua kelompok dari penghuni Neraka yang belum pernah aku lihat; satu kaum yang membawa cemeti seperti ekor sapi, dengannya mereka mencambuk manusia….’”
.
An-Nawawi rahimahullah berkata, “Hadits ini adalah di antara mukzijat Nabi Shallallahu ‘aliahi wa sallam.
.
Sungguh, telah terbukti apa yang dikabarkan oleh beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam, adapun orang-orang yang membawa cambuk adalah pengawal-pengawal penguasa yang berbuat kezhaliman.”
.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada Abu Hurairah Radhiyallahu anhu:
.
‎إِنْ طَالَتْ بِكَ مُدَّةٌ أَوْشَكْتَ أَنْ تَرَى قَوْمًا يَغْدُونَ فِـي سَخَطِ اللهِ وَيَرُوحُونَ فِي لَعْنَتِهِ فِي أَيْدِيهِمْ مِثْلُ أَذْنَابِ الْبَقَرِ.
.
“Jika umurmu panjang, niscaya engkau akan melihat satu kaum yang pergi pada pagi hari dengan kemurkaan Allah dan pulang pada sore hari dengan laknat-Nya, di tangan-tangan mereka ada (cambuk) bagaikan ekor sapi.”
.
Dan diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu anhuma, beliau berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
.
‎يَكُوْنُ عَلَيْكُمْ أُمَرَاءُ هُمْ شَرٌّ مِنَ الْمَجُوْسِ.
.
‘Niscaya akan ada para pemimpin (yang memimpin) kalian, mereka lebih jelek daripada orang Majusi.’”
.
‎والله أعلم بالصواب

Apakah terjadi di belahan dunia manapun hal seperti ini…?

Apakah ini yang dimaksud oleh dalil diatas terjadi dinegara kita…?

Hanya اللّهُ Ta’ala lah yang Maha Mengetahuinya

Maka tidak usah bimbang melihat kejadian begitu banyaknya Umat Muslim yang dikriminalisasi hanya untuk memuluskan kepentingan segelintir orang saja

Sebagai bagian dari Umat Muslim di Indonesia.

Kita bantu mendoakan kepada Umat Muslim lainnya yang sedang mendapatkan cobaan tersebut dan lantang juga menyuarakan kebenaran menurut Al Quran dan As Sunnah.

Yang utamanya adalah, tetap dan selalu memohon kepada اللّهُ Ta’ala untuk kebaikan bagi seluruh Umat Muslim diseluruh dunia secara umum dan Umat Muslim di Indonesia secara khusus

Baiklah. Sebagai penutup :

_*“…Akan datang suatu masa kepada umat manusia, pemimpinnya adalah sufaha, lebih mengutamakan orang-orang jahat sebagai pembantunya namun mereka mencitrakannya sebagai orang-orang baik. Mereka selalu mengakhirkan sholat…”*_

(Hadits Shohih menurut Ibnu Hibban. Dan Hasan menurut Al Albani )

_*Tidak ada masalah Pribadi saya dengan Pemimpin di Indonesia.*_

Beliau Muslim dan wajib kita jaga kehormatannya.

Kita hanya mengkritisi kebijakannya yang datang dari Partai Musuh Islam yang selalu menentang Syariat.

Lawan saja para Sufaha. Siapa saja Sufaha tersebut…?

1. Orang-orang munafiqin (Al Baqarah : 13).
2. Orang-orang yang menentang hukum Allah (yahudi) (Al Baqoroh : 142).
3. Orang yang tidak mampu mengelola keuangan pribadi (apalagi negara) (An Nisa : 5)

Maka *BERSATULAH* Ikhwah! Jangan terpecah belah diantara Umat Islam lainnya

Karena mereka juga bagian dari *TUBUH* yang lainnya yang mempunyai peran yang berbeda dengan tubuh lainnya.

والله أعلم بالصواب

————————————-

*TANYA JAWAB*

*Pertanyaan 1*

Pertanyaan :
1. Apa hukum berdemo?

2. Sikap kita sebagai masyarakat awam harus seperti apa?
Jawaban :

Memang ada perbedaan pendapat dikalangan Ulama Salaf dan Ulama Kalaf.

Ada yang membolehkan selama memang aturan ketatanegaraannya membolehkan untuk menyampaikan aspirasi

Ada yang secara tegas melarang demo dengan tujuan apapun

*Pertanyaan 2*

2. Sikap kita? Jika memilih pendapat Ulama yang melarang untuk demo. Setidaknya mendoakan bagi saudara kita yang menyampaikan aspirasinya dan juga memanjatakan doa kepada Sang Khalik untuk membolak baikkan hati Pemimpin kita

Jawaban ;

2. Sikap kita? Jika memilih pendapat Ulama yang melarang untuk demo. Setidaknya mendoakan bagi saudara kita yang menyampaikan aspirasinya dan juga memanjatakan doa kepada Sang Khalik untuk membolak baikkan hati Pemimpin kita.

Jawaban :

Sikap kita? Jika memilih pendapat Ulama yang melarang untuk demo. Setidaknya mendoakan bagi saudara kita yang menyampaikan aspirasinya dan juga memanjatakan doa kepada Sang Khalik untuk membolak baikkan hati Pemimpin kita

Pertanyaan 3 :

Jadi kalau suatu negara. Ada org atau kaum yg melakukan aksi massa, berarti mereka tidak untuk mengingatkan terkait kemungkaran yg dilakukan oleh pemimpinnya ya ustad?
Berarti apa yg dilakukan pendemo itu sbgaian besar salah ya. Krn boleh kita berdemo ketika memang kemungkaran dari si pemimpin itu jelas?

Jazakallahu khayr sudah dijawab ustadz
*Jawaban :*

Bahwa didalam system *DEMOKRASI* dimana *KRITIKAN* diperbolehkan oleh UU Positif yang berlaku dinegara tersebut dan ada contoh beberapa jawaban diatas. Maka sebaiknya kita Kedepankan Adab!

Termasuk didalamnya ijin ijin aksi atau keramaian yang memberikan ijin adalah *PEMERINTAH*

Artinya tindakan tersebut *LEGAL* didalam suatu negara *DEMOKRASI*

Artinya kita tidak boleh patuh juga 100% membenarkan Pemerintah dari setiap kebijakannya walaupun syariat dinomorduakan.

Karena kita khawatir masuk kedalam kaum Murji’ah.

Jangan sampai membenarkan apa yang dilakukan oleh seseorang Menteri yang mengurusi Agama di negara kita.

Jangan sampai membenarkan apa yang dilakukan oleh Ketua MUI non Aktif.

Masalah Aqidah dan Tauhid harus jelas kedudukannya. *TIDAK BOLEH ABU ABU*


———————-oOo————
———-
*PENUTUP*

Marilah kita tutup majelis ilmu kita hari ini dgn membaca istighfar, hamdallah serta do’a kafaratul majelis
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين

dan istighfar

أَسْتَغفِرُ اَللّهَ الْعَظيِمْ

: Doa penutup majelis :

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ٭
Artinya:
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

~~~~~~~~~~~~~~
®Rumah Dakwah Indonesia

———————-oOo———————-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *